Jakarta, VIVA – PLN terus menggenjot transformasi digital layanan kelistrikan melalui PLN Mobile. Aplikasi yang dulu sekadar kanal informasi kini menjelma menjadi super apps, sebuah 'kantor mini' PLN yang berada di genggaman pelanggan.
Executive Vice President (EVP) Pelayanan Pelanggan Retail PLN Joni, mengingatkan kembali masa ketika setiap urusan kelistrikan harus dilakukan di loket.
“Dulu pelanggan harus datang ke kantor PLN, entah ke cabang atau rayon. PLN Mobile awalnya hanya aplikasi sederhana, fiturnya terbatas dan belum masif digunakan,” kata Joni dikutip dari keterangannya, Kamis, 12 Februari 2026.
Perlahan, wajah itu berubah. Pada 2021 jumlah pengunduh masih sekitar 500 ribu. Kini, lebih dari 69 juta pengguna telah mengunduh aplikasi tersebut. “Yang masih aktif terdaftar sekitar 9 jutaan. Angka ini menunjukkan bagaimana kepercayaan publik tumbuh seiring perbaikan layanan,” kata Joni.
Bagi Joni, keunggulan utama PLN Mobile terletak pada integrasi. “PLN Mobile itu sebenarnya kantor mininya PLN, tapi secara online. Semua yang ada di PLN ada di aplikasi ini,” ujarnya.
Dari proses paling awal seperti permohonan pasang baru, perubahan daya, pencatatan meter melalui fitur SWACAM, hingga pembayaran rekening listrik, semuanya tersedia dalam satu platform. “End to end, pelanggan mendapatkan layanan terintegrasi tanpa harus ke mana-mana,” tambahnya.
Bahkan, aplikasi kini merambah kebutuhan non-kelistrikan. Terdapat fitur marketplace untuk produk ketenagalistrikan, menjadikan PLN Mobile bukan sekadar alat transaksi, melainkan ekosistem digital.
Lebih lanjut dia menegaskan, kehadiran PLN di IIMS 2026 mempertegas peran PLN Mobile dalam ekosistem EV. Di tengah maraknya produsen kendaraan listrik, aplikasi ini menjadi jembatan antara kebutuhan pengguna dan infrastruktur pengisian.
“Bagi pengguna EV yang ingin memasang home charging bisa lewat PLN Mobile. Saat perjalanan antar kota dan butuh SPKLU, juga bisa dilihat di aplikasi,” jelas Joni.
Salah satu pengunjung IIMS, Bagus Kusuma, menilai kehadiran PLN Mobile sangat membantu calon pengguna kendaraan listrik. Ia menyebut masih banyak produsen kendaraan yang belum terintegrasi dengan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
“Kita di sini ada pertanyaan-pertanyaan tentang biaya pemasangan SPKLU sendiri di rumah, ataupun varian-variannya,” ujar Bagus.





