Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) sebentar lagi akan kedatangan dua rute baru ke China dan Jakarta untuk mendukung pariwisata mereka. Mulai Mei 2026, maskapai China Southern Airlines akan membuka penerbangan charter dari Palu Menuju Guangzhou, China.
Sementara maskapai Citilink juga akan membuka rute langsung Jakarta-Luwuk-Jakarta PP, yang akan dibuka pada Juni 2026 mendatang.
Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Enik Ermawati atau Ni Luh Puspa, mengapresiasi pembukaan penerbangan charter langsung rute Palu-Guangzhou dan Jakarta-Luwuk sebagai langkah strategis memperluas konektivitas, sekaligus meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia.
Dalam peluncuran rute tersebut di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu (11/2), Ni Luh menegaskan bahwa rute Palu-Guangzhou menjadi pintu masuk penting untuk memasarkan potensi wisata Sulawesi Tengah ke pasar China, salah satu pasar wisatawan mancanegara utama Indonesia.
"Ini adalah langkah strategis untuk memperluas konektivitas internasional Indonesia, khususnya ke pasar China yang memiliki kontribusi signifikan terhadap kunjungan wisatawan mancanegara," kata Ni Luh.
Ia menjelaskan, rute Palu-Guangzhou dijadwalkan mulai beroperasi pada Mei 2026, sementara rute Jakarta-Luwuk akan beroperasi mulai 1 Juni 2026. Pembukaan kedua rute ini terwujud berkat kolaborasi antara Cocos Tour dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Kehadiran rute tersebut diharapkan tidak hanya menjadi pintu masuk promosi pariwisata Sulawesi Tengah, tetapi juga membuka peluang lebih luas bagi pengembangan destinasi di kawasan Indonesia Timur.
Menurut Ni Luh, penguatan konektivitas merupakan fondasi penting dalam pengembangan destinasi. Akses transportasi yang semakin mudah akan mendorong pergerakan wisatawan nusantara maupun mancanegara, sekaligus menggerakkan roda perekonomian daerah.
"Rute ini memiliki arti penting dalam memperkuat konektivitas domestik dan membuka akses wisatawan nusantara menuju destinasi unggulan di Sulawesi Tengah. Pada saat yang sama, ini juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," katanya.
Seiring dengan terbukanya akses penerbangan, Ni Luh mendorong Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) pariwisata di berbagai destinasi. Peningkatan kapasitas pelaku usaha dan pengelola destinasi dinilai krusial, agar konektivitas yang telah dibangun mampu memberikan dampak berkelanjutan.
"Ketika konektivitas sudah terbuka, maka kualitas layanan harus terus ditingkatkan. Jangan sampai akses sudah tersedia, tetapi pengalaman wisatawan belum optimal. Pelayanan yang prima akan menentukan keberlanjutan pertumbuhan kunjungan," ujarnya.
Ni Luh berharap momentum peluncuran penerbangan charter ini menjadi titik awal penguatan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku industri pariwisata. Kolaborasi yang solid diyakini akan mempercepat transformasi sektor pariwisata menjadi lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.
"Saya berharap melalui pertemuan dan peluncuran hari ini, kita semakin memperkuat sinergi dan kolaborasi untuk mendorong sektor pariwisata Indonesia terus tumbuh positif, serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Ni Luh.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny Lamadjido, menyampaikan bahwa kehadiran dua rute penerbangan langsung tersebut diharapkan menjadi magnet baru bagi kedatangan wisatawan ke Sulawesi Tengah. Ia optimistis peningkatan konektivitas akan membuka peluang lebih besar bagi daerah untuk dikenal di tingkat nasional maupun internasional.
"Dengan adanya rute baru ini, Sulawesi Tengah semakin terbuka bagi dunia. Kami berharap semakin banyak wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara, yang datang dan menikmati kekayaan alam serta budaya yang kami miliki," ucap Reny.
Di kesempatan yang sama, Direktur Cocos Tour, Lentono, menegaskan pentingnya konektivitas sebagai kunci dalam memajukan pariwisata Indonesia. Menurutnya, penerbangan charter Palu-Guangzhou dan Jakarta-Luwuk merupakan konsep promosi yang tepat sasaran untuk mendukung pengembangan destinasi baru.
"Konektivitas adalah fondasi pertumbuhan pariwisata. Melalui penerbangan charter ini, kami ingin menghadirkan skema promosi yang efektif dan terarah bagi destinasi yang tengah dikembangkan, baik oleh Kementerian Pariwisata maupun pemerintah daerah," ujar Lentono.





