GenPI.co - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak pemerintah mengkaji ulang rencana pengiriman 8.000 pasukan TNI ke Gaza, sebagai bentuk komitmen dalam Dewan Perdamaian.
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Sudarnoto Abdul Hakim mengatakan belum ada kerangka misi perdamaian dalam organisasi itu.
“Indonesia harus hati-hati, kalau mau mengirim TNI ke Gaza,” katanya dikutip dari Antara, Kamis (12/2).
Sudarnoto menilai misi tersebut, memiliki risiko secara politik dan moral terhadap posisi Indonesia yang konsisten membela Palestina.
Dia mengaku tidak ingin Indonesia terjebak dalam agenda hegemoni Amerika Serikat. Selain itu, organisasi bentukan Presiden AS Donald Trump itu belum jelas.
Sudarnoto menyampaikan Dewan Perdamaian belum diketahui apakah di bawah mandat Dewan Keamanan PBB atau jalur lain, semisal International Stabilization Force (ISF).
“Misi perdamian dalam perspektif ISF sangat berbahaya. Indonesia, jangan sampai terjebak agenda hegemonik AS atau Israiel, yakni menundukkan Gaza,” ujarnya.
MUI juga mengingatkan risiko Indonesia terlibat konflik dengan Hamas. Sebab, dianggap terlibat agenda perdamaian yang merugikan Palestina.
“Kalau tidak dipertimbangkan matang, pengiriman tentara berisiko tinggi. Sebab, bisa berhadapan dengan Hamas,” tuturnya.
Sebelumnya, Mensesneg Prasetyo Hadi mengatakan keterlibatan Indonesia dalam Dewan Perdamaian adalah komitmen bangsa memperjuangkan Palestina.
Politikus Partai Gerindra itu berharap adanya Dewan Perdamaian, bisa menurunkan eskalasi konflik dan membuka akses bantuan ke Gaza. (ant)
Video populer saat ini:





