Anak Suka Tantrum di Tempat Umum, Ini Cara teman kumparanMOM Mengatasinya

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Tantrum merupakan reaksi emosional anak yang bisa muncul dalam bentuk marah, menangis kencang, dan perilaku agresif. Kondisi ini nggak kenal tempat. Ledakan emosi bisa terjadi di mana saja, termasuk saat anak berada di ruang publik.

Menurut laman Kids Health, tantrum umumnya terjadi pada anak usia 1 sampai 3 tahun. Biasanya kondisi ini dipicu rasa frustrasi karena anak belum mampu mengungkapkan perasaan atau keinginannya dengan jelas.

Nggak cuma bikin panik, momen seperti ini juga sering bikin orang tua merasa serba salah. Banyak ibu yang pengin langsung menenangkan si kecil, tapi takut salah langkah. Sementara kalau dibiarkan juga khawatir tantrumnya makin memuncak.

Jadi, kalau kamu masih bingung harus bersikap seperti apa saat menghadapi momen seperti ini, yuk simak pengalaman dan tips dari teman kumparanMOM berikut supaya si kecil bisa kembali ceria.

Cara Menghadapi Anak Tantrum di Tempat Umum

Mom Fatimah (30) biasanya cenderung lebih chill saat menghadapi anak yang tantrum. Ia memilih membiarkan si kecil mengeluarkan semua emosi dan kekesalannya terlebih dulu, sambil sesekali dibujuk supaya perlahan bisa tenang.

Kalau dirasa emosinya sudah mulai reda, Fatimah akan memeluk atau menggendong anaknya. Menurutnya, pendekatan physical touch bisa bikin anak merasa lebih aman dan nyaman. Di momen itu juga, ia memvalidasi perasaan anak, lalu menasihatinya pelan-pelan.

Cara yang dilakukan Mom Fatimah ini ternyata sangat bagus untuk perkembangan emosional si kecil, Moms. Mengutip laman Psychology Today, saat anak merasa emosinya diakui dan diterima, mereka akan lebih sehat secara emosional.

Nggak cuma itu, validasi emosi juga bisa membangun rasa percaya diri anak. Ketika perasaannya dianggap sebagai hal yang penting, anak akan menangkap pesan bahwa dirinya berharga.

Dari pengalamannya, Mom Fatimah sadar kalau kunci supaya bisa tetap rilek menghadapi tantrum ialah ibu harus bersikap tenang. “Jangan sampai kita ikut emosi, karena kalau kita emosi, itu malah bikin anak semakin tantrum, bukannya membaik,” ucapnya.

Cara yang mirip juga dipraktikkan oleh Mom Putri Handayani (36). Saat anak mulai menunjukkan tanda-tanda rewel, ia akan bertanya dulu apa yang sebenarnya diinginkan. Kalau anak belum merespons, ia biasanya memberi waktu supaya emosinya lebih tenang.

Setelah itu, barulah ia mengajak anak ngobrol sampai si kecil mau menyampaikan keinginannya. Dari situ, ia akan memberi masukan pelan-pelan agar tantrum tidak terulang lagi.

Selain lewat pendekatan yang komunikatif, Mom Putri juga sesekali menuruti keinginan anaknya. “Misalnya yang bikin tantrum adalah barang yang ingin dibeli atau makanan yang diinginkan dan masih sesuai budget, akan langsung saya belikan supaya anak nggak tantrum lagi,” katanya.

Sementara itu, Mom Maddy Pertiwi (40) punya cara tersendiri saat menghadapi tantrum. Sebagai ibu dari anak ADHD, ia sudah cukup terbiasa dengan emosi putra pertamanya yang sering meledak-ledak.

Dikutip dari laman Mayo Clinic, ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) merupakan gangguan perkembangan otak yang membuat anak sulit berkonsentrasi, cenderung hiperaktif, dan menunjukkan perilaku impulsif. Kondisi hiperaktif inilah yang membuat anak jadi lebih sulit diam, termasuk saat emosinya sedang memuncak.

Jika sudah sulit dikendalikan, Mom Maddy biasanya akan memegang anaknya erat-erat. Pasalnya, sang putra kerap berlari, duduk, bahkan berbaring di lantai saat tantrum. Jadi, ia memastikan anak tetap dalam pegangannya sambil mengajaknya menepi ke tempat yang lebih aman.

Hanya berbekal latihan pernapasan, Mom Maddy mengaku jadi bisa menangani situasi tantrum dengan lebih tenang. “Jadi ya tarik napas pelan, hembusin pelan. Sambil tetap pegangin dia, jangan sampai lepas,” ujarnya.

Temukan beragam inspirasi parenting dari ribuan ibu di seluruh Indonesia, gabung komunitas teman kumparanMOM di kum.pr/mom4


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
25 Tahun Otonomi Daerah, KPPOD Soroti Tren Resentralisasi dan Desak Revisi UU Pemda
• 8 jam lalumediaindonesia.com
thumb
DLH Tangerang Imbau Warga Setop Sementara Pakai Air Cisadane Usai Terdeteksi Cemaran Pestisida
• 15 jam lalupantau.com
thumb
Wardatina Mawa Tegas Menolak Rujuk dengan Insanul Fahmi
• 13 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Waspada Banjir Rob 12-19 Februari 2026, BMKG: Dipicu Fenomena Fase Bulan Baru
• 23 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Pemerintah Larang Ormas Menggeruduk Dapur SPPG
• 22 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.