FAJAR, MAKASSAR – Tabir gelap di balik insiden pembakaran Toko Emas Logam Mulia di Jalan Somba Opu, Makassar, akhirnya terungkap. Pelaku merupakan emak-emak berinisial SU (41). Dia nekat membakar sebagai siasat untuk menggasak perhiasan senilai Rp2 miliar demi melunasi utang yang menjeratnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan pihak kepolisian, SU diketahui telah merencanakan aksi ini sejak dari kediamannya di Bantaeng.
Kapolrestabes Makassar, Kombes Arya Perdana, mengungkapkan bahwa motif ekonomi menjadi penggerak utama di balik tindakan nekat perempuan paruh baya tersebut.
“Beliau ini mengaku terhimpit utang, jadi melakukan pencurian,” ujar Kombes Arya Perdana kepada awak media di kantornya, Kamis (12/2/2026).
Arya juga mengklarifikasi bahwa insiden tersebut bukanlah pelemparan bom molotov dari luar. Melainkan pembakaran dari dalam toko menggunakan botol berisi bensin dan media tisu.
“Tidak terjadi pelemparan. Pelaku dari awal dari rumahnya di Bantaeng menuju ke toko ini. Berniat melakukan pencurian dengan modus melakukan pembakaran di toko emas tersebut,” paparnya.
Kronologi Kejadian
Kronologi kejadian bermula saat SU masuk ke toko dengan menyamar sebagai pembeli. Saat perhatian pegawai teralih, ia menyulut api untuk menciptakan kekacauan. Di tengah kepanikan warga dan karyawan yang berusaha memadamkan api, SU memanfaatkan momen tersebut untuk menyikat berbagai macam perhiasan emas.
“Barang buktinya kurang lebih hampir Rp2 miliar. Macam-macam gramnya itu, karena pihak toko sudah menyampaikan kurang lebih sekitar Rp2 miliar,” tambah Arya.
Rencananya, emas hasil jarahan tersebut akan dikirimkan kepada suaminya. Saat ini, kepolisian masih mendalami keterlibatan pihak lain dalam rencana pelarian barang bukti tersebut.
“Untuk dikirim kepada suaminya. Dia membawa botol mineral dan korek api. Kita masih dalami,” ungkap Arya.
Sebelum diamankan petugas, warga sekitar sempat bahu-membahu memadamkan api yang berkobar di lantai toko.
Firman (42), salah satu saksi mata, menceritakan bagaimana ia berusaha menghalau api agar tidak merembet ke perhiasan lainnya.
“Pelaku membakar pakai botol mineral diisi bensin. Banyak tisu terbakar. Awalnya pakai bajunya untuk tutup api biar tidak membesar. Saya tendang botolnya dulu,” kata Firman.
Firman menambahkan, pelaku sempat mencoba melarikan diri melalui gang di belakang toko saat warga fokus menjinakkan si jago merah. Beruntung, massa yang sigap berhasil mengejar dan mengamankan pelaku.
Pelaku diamankan masuk toko biar tidak dihakimi massa. Karena fokus memadamkan api, pelaku sempat kabur. (*)





