Kasus Penembakan Smart Air, Polisi Pastikan KKB Yahukimo Terlibat

eranasional.com
5 jam lalu
Cover Berita

Papua Selatan, ERANASIONAL.COM – Polisi memastikan bahwa penembakan pesawat Smart Air di Bandara Koroway Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dari Yahukimo. Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo, menyebutkan bahwa kelompok yang bertanggung jawab adalah KKB Batalyon Kanibal dan Semut Merah.

“KKB yang dari Yahukimo. KKB Batalyon Kanibal dan Semut Merah,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).

Meski identitas detail pelaku belum diumumkan, polisi menegaskan bahwa pengejaran sedang dilakukan. “Masih diburu (pelakunya),” tambah Yusuf.

Aparat gabungan TNI-Polri kini dikerahkan untuk mempersempit ruang gerak kelompok bersenjata tersebut, mengingat insiden ini menimbulkan korban jiwa dari pihak kru pesawat.

Peristiwa tragis ini bermula ketika pesawat Smart Air dengan nomor registrasi PK-SNR terbang dari Bandara Tanah Merah menuju Koroway Batu pada Rabu (11/2/2026) pukul 10.35 WIT. Setibanya di lokasi, pesawat tiba-tiba ditembaki dari arah hutan oleh orang tak dikenal.

Akibat serangan itu, pilot Kapten Egon Erawan dan kopilot Kapten Baskoro dinyatakan meninggal dunia pada pukul 13.27 WIB. Beruntung, seluruh 13 penumpang termasuk satu balita berhasil selamat.

Sementara Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu instruksi dari Markas Besar TNI terkait langkah lanjutan.

“Saya baru mendapatkan laporan saja bahwa ada kejadian pilot itu. Ya nanti kita coba lagi bagaimana petunjuk operasional kan dalam Mabes TNI ini. Nanti bagaimana,” kata Maruli di Jakarta.

Ia menegaskan bahwa keputusan teknis terkait pengejaran pelaku akan ditentukan langsung oleh Mabes TNI dan diteruskan kepada satuan tugas di Papua.

Sebelumnya, Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz, Brigjen Faizal Rahmadani, menjelaskan bahwa penembakan terjadi setelah pesawat Smart Air mendarat di Lapangan Terbang Korowai, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel. Menurutnya, laporan awal menyebutkan bahwa pesawat ditembaki saat membawa penumpang, dan kondisi penumpang sempat belum dapat dipastikan.

Namun, kemudian dipastikan bahwa seluruh penumpang selamat, meski dua kru pesawat tewas.

Satgas Damai Cartenz dijadwalkan menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan serta mengevakuasi jenazah pilot dan kopilot. Identitas kelompok pelaku kini sudah mengerucut, meski aparat masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan jumlah dan peran masing-masing anggota KKB dalam penyerangan tersebut.

Insiden ini kembali menyoroti ancaman keamanan di Papua, khususnya dari kelompok bersenjata yang kerap menargetkan aparat maupun warga sipil. Penembakan terhadap pesawat sipil menjadi bukti bahwa KKB masih aktif melakukan aksi teror yang mengganggu stabilitas keamanan dan keselamatan masyarakat.

Pemerintah pusat melalui aparat keamanan berkomitmen untuk menindak tegas pelaku, sekaligus memastikan keselamatan transportasi udara di wilayah Papua.

Pengamat keamanan menilai bahwa penembakan pesawat Smart Air menunjukkan adanya eskalasi ancaman dari KKB. Serangan terhadap moda transportasi sipil dianggap sebagai upaya untuk menebar ketakutan dan menunjukkan eksistensi kelompok bersenjata.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat Papua yang bergantung pada transportasi udara sebagai sarana utama mobilitas, mengingat kondisi geografis Papua yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Selain itu, tragedi ini juga menimbulkan duka mendalam bagi dunia penerbangan Indonesia. Pilot dan kopilot yang gugur dalam tugas dianggap sebagai pahlawan yang mengorbankan nyawa demi keselamatan penumpang. Banyak pihak menyerukan agar pemerintah segera memperkuat pengamanan bandara-bandara perintis di Papua, serta meningkatkan koordinasi antara aparat keamanan dan maskapai penerbangan.

Hingga kini, aparat masih melakukan pengejaran terhadap KKB Yahukimo yang diduga kuat sebagai pelaku penembakan.

Publik menanti langkah tegas pemerintah dalam menuntaskan kasus ini, agar tidak terulang kembali di masa mendatang. Insiden Smart Air menjadi pengingat bahwa keamanan Papua masih menghadapi tantangan besar, dan perlindungan terhadap warga sipil harus menjadi prioritas utama.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan Bakal Dorong Masyarakat Mandiri Finansial
• 6 jam lalukatadata.co.id
thumb
Jelang Ramadan, Cek Endra Minta Pertamina Perkuat Pasokan Elpiji 3 Kg
• 4 jam lalutvrinews.com
thumb
Persib Dipermalukan Ratchaburi FC 0-3, Bojan Hodak: Kami Minta Maaf ke Bobotoh
• 3 jam lalubola.com
thumb
Korlantas Polri Siapkan Strategi Berbasis Data untuk Antisipasi Kepadatan Arus Mudik Idul Fitri 2026
• 1 jam lalupantau.com
thumb
Megawati Umrah Bersama Prananda dan Puan, Doakan Indonesia Tetap Teguh pada Pancasila
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.