Profil Hedi Yunus yang Kena Serangan Vertigo hingga Dilarikan ke ICU Sebelum Manggung

grid.id
7 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID- Profil Hedi Yunus kembali menjadi perhatian publik setelah kabar dirinya harus menjalani perawatan intensif di ICU tersebar luas. Penyanyi sekaligus vokalis Kahitna itu sempat dilarikan ke rumah sakit akibat serangan vertigo hebat.

Peristiwa tersebut terjadi hanya tiga jam sebelum ia dijadwalkan tampil di Surabaya. Kondisi mendadak itu membuatnya harus membatalkan penampilan dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Siloam Surabaya.

Melalui video di media sosial, ia memastikan kondisinya kini berangsur membaik meski masih dalam tahap pemulihan. Insiden tersebut membuat publik kembali menyoroti profil Hedi Yunus sebagai penyanyi yang telah berkiprah lama di industri hiburan Tanah Air.

 

Profil Hedi Yunus

Profil Hedi Yunus tidak bisa dilepaskan dari kiprahnya sejak usia muda. Ia memulai karier sebagai penyanyi pada 1987 setelah menjuarai Festival Suara Remaja Vinoli. Pria kelahiran Bandung, 24 Agustus 1968, itu mulai dikenal publik ketika merilis single Adakah Dia pada 1989.

Pada 1990, ia kembali merilis single Apa Maumu. Dikutip dari Tribun Priangan, Kamis (12/2/2026), kariernya semakin aktif dengan peluncuran mini album Haruskah (1990) serta album penuh bertajuk Haruskah pada 1991.

Sejak saat itu, karier Hedi Yunus terus berkembang. Sukses menjadi solosi, ia bergabung sebagai vokalis Kahitna, grup yang dibentuk pada 26 April 1984.

Profil Hedi Yunus pun semakin bersinar. Bersama Kahitna, ia telah merilis delapan album dan dua album the best of.

Namun perjalanan tersebut tidak selalu mulus. Hedi pernah dipecat selama satu bulan dari Kahitna karena terlambat menghadiri acara penting di Bandung. Meski demikian, ia kembali dan tetap menjadi bagian penting dari perjalanan grup tersebut hingga kini.

Kiprah di Dunia Presenter, Produksi, dan Akting

Selain dikenal sebagai penyanyi, Hedi Yunus berkiprah sebagai presenter. Ia pernah membawakan acara televisi “Pesta” yang ditayangkan di Indosiar.

 

Di balik layar, ia juga dipercaya menjadi produser album solo Sound from Heart milik Novita Rizki. Sebelum menjadi produser, ia sempat menjadi penyanyi tamu di album religi kedua Trio Sakha yang juga melibatkan Novi.

Dalam dunia akting, profil Hedi Yunus mencatat debutnya pada 2003 lewat sinetron Lorong Waktu 4. Dua tahun kemudian, ia tampil di film layar lebar Me vs High Heels (2005). Ia juga membintangi film Lost in Love (2008) dan Mantan Terindah (2014), serta terlibat dalam Me versus High Heels the Series (2005).

 

Diskografi dan Karya

Sebagai solois, Hedi telah merilis sejumlah album, di antaranya:

Album Solo:

- Emosi Diri (1994)

- Suratku (1996)

- Asmara (2000)

- The Best of Hedi Yunus (2001)

- Doa (album religi) (2002)

- Ramadhan Ceria (2005)

- Hedi Yunus (2008)

 

Mini Album:

- Haruskah (1990)

- Shalat (2016)

Single:

- Tak Mungkin Bersatu (1993)

- Antara Kita (1995)

- Berikanlah

- Sebatas Mimpi (2009)

- Mengertikah (2013)

- Doa (2015)

- Cintamu, Keajaiban bersama Dudy Oris (2018)

- Cinta Tak Berbatas bersama Ria Prawiro (2022)

 

Ia juga terlibat dalam berbagai kolaborasi seperti 10 Suara Emas Remaja (1989), Dasa Tembang Tercantik LCLR 1990/1991 (1991), Ning Baizura – Ku Ingin Bersama (1996), serta Karya Apik Yovie Widianto (1999). Untuk soundtrack, ia terlibat dalam Ost. Kristal – Kristal Cinta.

Buku dan Prestasi

Profil Hedi Yunus semakin lengkap dengan penerbitan buku berjudul Hedi Yunus: Karier, Gaya Hidup dan Cinta pada 2001. Dalam hal penghargaan, ia pernah meraih Panasonic Awards sebagai Pembaca Acara Musik Pria Terfavorit (1997-1998) serta Campur-Campur Awards Pemenang Terjahil (2003).

Masuk ICU Akibat Vertigo dan Hipertensi

Belum lama ini, Hedi Yunus dilarikan ke rumah sakit. Dalam penjelasannya pada Rabu (11/2/2026), Hedi mengungkapkan bahwa ia terkena serangan vertigo hebat tiba-tiba tiga jam sebelum tampil. Ia mengalami muntah berulang kali hingga akhirnya dilarikan ke UGD dan masuk ICU.

“Dalam waktu tiga jam sebelum penampilan, saya tiba-tiba terserang vertigo yang sangat dahsyat sampai muntah-muntah berkali-kali. Saya dilarikan ke UGD sampai akhirnya masuk ICU di Rumah Sakit Siloam Surabaya,” ujar Hedi dikutip Wartakotalive.

Hedi Yunus mengakui memiliki riwayat genetik hipertensi. Tekanan darahnya saat kejadian bahkan sempat melonjak hingga angka 200-an. Ia mengaku rutin mengonsumsi obat untuk mengontrol tekanan darahnya.

Setelah menjalani perawatan selama dua hari di Surabaya, ia melanjutkan pemulihan di Jakarta dan menjalani pemeriksaan lanjutan di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita. “Alhamdulillah kondisi saya sekarang sudah semakin membaik. Cuma memang mata masih agak sedikit keliyengan,” katanya.

Kabar tersebut memicu kekhawatiran penggemar dan rekan-rekannya. Hedi mengaku menerima banyak doa dan pesan dukungan melalui DM dan WhatsApp. Meski masih beristirahat, ia optimistis bisa kembali bernyanyi dan tetap menargetkan mengikuti Berlin Marathon setelah pulih sepenuhnya.

Insiden kesehatan yang membuatnya dirawat di ICU menjadi pengingat bahwa di balik perjalanan panjang dan padatnya aktivitas, kondisi fisik tetap menjadi prioritas utama. Itulah profil Hedi Yunus sebagai penyanyi yang telah berkiprah lama di industri hiburan Tanah Air. (*)

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gemak sumba: Burung Endemik Langka di Pulau Sumba, bukan Puyuh Biasa
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Gus Ipul Pastikan DTSEN Pangkas Inclusion Error PBI-JK
• 16 jam laludetik.com
thumb
Gubernur Pramono Persilakan Pemprov DKI Jakarta Diaudit Tanpa Batas
• 21 jam laluviva.co.id
thumb
Jaksa Agung Ungkap Banyak Apartemen di Jakpus Ditempati Jaksa Diam-diam
• 11 jam lalusuara.com
thumb
Kuasa Hukum AKP Malaungi Tuding Kapolres Bima Kota Terima Uang Rp1 miliar dari Bandar Narkoba
• 9 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.