Menteri Bahlil minta Masela berproduksi sebelum Pilpres 2029

antaranews.com
7 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta kepada Inpex Masela, sebagai operator proyek LNG Abadi, Blok Masela di Tanimbar, Maluku, untuk mulai berproduksi sebelum Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.

“Produksinya Insya Allah dia bilang 2030. Saya bilang, enggak. 2030 sudah pilpres. Kau bikin (produksinya) 2029. Aku nggak mau tahu,” ujar Bahlil dalam acara “Strategi Swasembada Energi 2026: Hilirisasi, Transisi, dan Investasi” yang digelar di Jakarta, Kamis.

Volume produksi LNG tahunan dari proyek Abadi Masela diperkirakan mencapai 9,5 juta ton, setara dengan lebih dari 10 persen impor LNG tahunan Jepang.

Proyek ini juga diperkirakan bisa memproduksi sekitar 35 ribu barel kondensat per hari.

Mulanya, proyek Abadi Masela direncanakan akan berproduksi pada tahun 2030. Akan tetapi, Bahlil menginginkan agar proyek Abadi Masela dapat berproduksi lebih cepat.

“Kau bikin itu 2029. Saya bilang, itu kampung ibu aku. Kau jangan abuleke (tukang tipu),” ujar Bahlil.

Pada 2025, INPEX telah mengimplementasikan teknologi CCS dari sisi subsurface (bawah permukaan) dan melanjutkan proyek ke tahap Front End Engineering Design (FEED).

Pekerjaan FEED ini terbagi menjadi empat paket utama, yaitu OLNG; floating production storage and offloading (FPSO); subsea umbilicals, risers, and flowlines (SURF); dan gas export pipeline (GEP).

“Sekarang udah mulai tender (lelang). Kemarin, SKK Migas sudah laporkan ke saya, total investasinya 18 miliar dolar AS,” ujar Bahlil.

Blok Masela berlokasi sekitar 170–180 km di sebelah barat daya Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Proyek Abadi ditetapkan oleh pemerintah sebagai proyek strategis nasional (PSN) pada Juni 2017 dan sebagai proyek infrastruktur prioritas pada September 2017.

Inpex berharap proyek tersebut dapat berkontribusi dalam memperkuat ketahanan energi di Indonesia, Jepang, dan negara Asia lainnya, serta menyediakan pasokan energi bersih yang stabil dalam jangka panjang.

Hal ini didukung oleh karakteristik lapangan gas yang unggul dan cadangan yang melimpah, sehingga memungkinkan pengembangan secara efisien, serta adanya komponen CCS (carbon capture and storage) dari proyek ini.



Baca juga: SKK Migas-INPEX merampungkan studi teknis CCS proyek Blok Masela

Baca juga: Bahlil sebut lelang EPC proyek gas Blok Masela ditargetkan pada 2026

Baca juga: Proyek LNG Abadi catat investasi Rp342 T dan serap 13 ribu pekerja




Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Video: Kim Jong Un Tetapkan Sosok Calon Penerus Kepemimpinan
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Air dan Ikan Sungai Cisadane Tercemar Limbah Pestisida, Warga Dilarang Konsumsi
• 8 jam lalugenpi.co
thumb
Kronologi PIC Eiger Kisruh dengan KOL, Pihak Distributor Brand Minta Maaf dan Langsung Pecat Pegawainya
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Detik-Detik Mobil Terseret Arus Banjir Bandang di Bogor | SAPA MALAM
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Pengiriman 8.000 TNI ke Gaza Pertaruhan Berbahaya, Amnesty Desak Tinjau Ulang
• 13 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.