JAKARTA, KOMPAS.com - Keluarga menangis saat menyambut kedatangan jenazah co-pilot Smart Air, Baskoro Adi di rumah duka, Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (12/2/2026).
Berdasarkan pantauan Kompas.com, jenazah tiba di rumah ruka sekitar pukul 18.32 WIB. Sejumlah kerabat datang bersama jenazah Baskoro, termasuk sang ibu yang sebelumnya menjemput di Bandara Soekarno-Hatta.
Jenazah Baskoro diantar menggunakan ambulans Bandara Soekarno-Hatta berwarna putih.
Baca juga: Jenazah Pilot Smart Air Tiba di Rumah Duka, Disambut Isak Tangis Keluarga
Saat peti jenazah diturunkan dari ambulans, kerabat langsung memeluk ibu Baskoro yang tampak meneteskan air mata.
Sejumlah tetangga dan keluarga berusaha menguatkannya.
Di sekitar rumah duka juga terlihat karangan bunga dari rekan dan kerabat sebagai ungkapan duka cita.
Paman Baskoro, Doni (56), mengatakan keponakannya akan dimakamkan di TPU Pondok Kelapa, Jakarta Timur pada Jumat (13/2/2026).
"Besok pukul 15.00 WIB, di TPU Pondok Kelapa. Dimakamkan di sana," kata Doni kepada wartawan, Kamis.
Baca juga: Smart Air Ditembaki KKB, IPI: Risiko yang Tak Seharusnya Dihadapi Pilot Sipil
Doni menjelaskan, Baskoro telah bekerja di maskapai Smart Air selama sekitar lima tahun sejak lulus dari sekolah penerbangan.
"Kalau di penerbangannya sudah 5 tahun, kalau tugas di Papua baru lima hari," katanya.
Diketahui, Capt. Egon Erawan dan co-pilot Smart Air Capt. Baskoro Adi Anggoro gugur dalam tugas setelah pesawat yang dikemudikannya ditembaki oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Bandara Korowai Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu (11/2/2026).
Pesawat tersebut melayani rute Tanah Merah–Danawage/Koroway Batu dan berangkat sekitar pukul 10.38 WIT dengan manifes awal 12 penumpang.
Namun, Kepala Polres Boven Digoel AKBP Wisnu Perdana Putra menyebutkan bahwa pesawat tersebut membawa 13 orang saat terbang dari Tanah Merah menuju Lapangan Terbang Korowai Batu, Kampung Danowage.
Meski sempat melarikan diri ke dalam hutan, namun pilot dan co-pilot ditemukan oleh para penembak, dan dieksekusi hingga keduanya meninggal dunia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang