China gelar operasi digital, sasar konten anti-keluarga dan suka pamer

antaranews.com
5 jam lalu
Cover Berita
Beijing (ANTARA) - Badan Ruang Siber China (CAC) menggelar operasi digital "Qinglang" yang menargetkan konten promosi nilai anti-keluarga hingga pamer kekayaan mulai hari ini sampai satu bulan ke depan untuk menciptakan lingkungan digital yang harmonis selama Imlek 2026.

Berdasar laporan media pemerintah China, operasi ini akan menertibkan konten digital "jahat yang memicu emosi negatif" seperti mempromosikan "ketakutan akan pernikahan" dan "anti-kelahiran" yang dapat memicu konflik dan pertentangan gender.

Konten dengan narasi dan alur cerita konflik keluarga yang populer juga akan ditertibkan.

Konten digital ini mencakup tema "orang tua pilih kasih", "konflik mertua dan menantu", dan "perkelahian antarsaudara" yang mengeksploitasi konflik keluarga dan antargenerasi.

CAC melabeli konten ini sebagai "sampah digital" dan "konten berkualitas rendah" hanya demi meningkatkan jumlah penonton.

Konten lain seperti "belanja kebutuhan Imlek" dan adu "tradisi Imlek" untuk memamerkan kekayaan secara berlebihan juga akan ditertibkan karena hanya menonjolkan kesenjangan ekonomi dan memicu konflik sosial.

CAC juga akan meminimalkan perang antarpenggemar atau "fan circle" di dunia maya yang memanfaatkan acara khusus Imlek seperti Gala Festival Musim Semi, film-film Imlek, dan ajang olahraga populer.

Konten yang mempromosikan takhayul seperti menolak kesialan, "Tai Sui" yaitu astrologi China, layanan ramalan dan perhitungan nasib secara daring juga akan menjadi target operasi "Qinglang".

CAC menginstruksikan platform digital untuk melakukan penertiban dengan membentuk tim kerja khusus dan memperkuat pemantauan pada halaman utama, daftar pencarian populer, rekomendasi konten, linimasa, dan kolom komentar.

Tahun Baru China atau Imlek menjadi periode di mana banyak warga China mudik dari kota-kota besar ke kampung halaman untuk reuni dan menghabiskan waktu dengan keluarga.

Operasi "Qinglang" ini juga bertujuan agar keluarga dapat menikmati libur Imlek dengan konflik sosial yang minim.

Operasi "Qinglang" juga menjadi salah satu upaya pemerintah China untuk meningkatkan angka kelahiran yang mengalami penurunan.

Biro Statistik Nasional China pada Januari 2026 lalu melaporkan bahwa angka kelahiran pada 2025 turun menjadi 5,63 kelahiran per 1.000 penduduk, di bawah rekor terendah tahun 2023 sebesar 6,39 per 1.000 penduduk sehingga populasi China menyusut 3,39 juta orang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Suksesnya Jet Tempur F-16 Mendarat di Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung
• 16 jam lalukompas.com
thumb
Kapal Induk Pertama Indonesia Ditargetkan Tiba Sebelum HUT TNI Oktober Mendatang
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
12 Artis ini buktikan menikah di KUA tetap sakral dan berkesan
• 6 jam lalubrilio.net
thumb
Pemerintah dan Filantropi Kolaborasi Tekan Kemiskinan
• 4 jam lalutvrinews.com
thumb
Alasan Malam Hari Suka Overthinking
• 6 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.