Findev Canada Kucurkan US$30 Juta, Dorong Transisi Ekonomi Rendah Karbon lewat IIF

bisnis.com
1 hari lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - FinDev Canada, Lembaga pembiayaan pembangunan bilateral Kanada, mengucurkan fasilitas pinjaman sebesar US$30 juta kepada PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF). Pinjaman itu bertujuan memperkuat pertumbuhan ekonomi rendah karbon di Indonesia melalui pembiayaan proyek-proyek infrastruktur berkelanjutan.

Paulo Martelli, Vice President dan Chief Investment Officer FinDev Canada mengatakan sebagai pasar ekspor terbesar Kanada di Kawasan Asean, Indonesia memainkan peran strategis dalam pembangunan berkelanjutan.

"Melalui kemitraan kami dengan Indonesia Infrastructure Finance, salah satu pelaku utama infrastruktur berkelanjutan, kami dapat memperkuat pengembangan energi terbarukan dan mendukung kemakmuran bersama di kawasan Indo-Pasifik,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (12/2/2026).

Adapun, penandatangan fasilitas pinjaman sebesar US$ 30 juta itu dilakukan pada acara Canada-in-Asia Conference (CIAC) yang diselenggarakan oleh Asia Pacific Foundation of Canada.

Komitmen FinDev Canada ini merupakan kelanjutan dari nota kesepahaman yang telah ditandatangani pada tahun 2025.

Kerja sama kedua lembaga itu turut memperkuat agenda bilateral antara Kanada dan Indonesia melalui dukungan terhadap proyek-proyek infrastruktur prioritas yang mendorong perdagangan, menciptakan peluang ekonomi, serta memajukan pembangunan berkelanjutan.

Baca Juga

  • Indonesia Infrastructure Finance (IIFF) Terbitkan Obligasi Rp1,5 Triliun, Simak Penggunaan Dananya
  • IIF: Pemodal Asing Jauhi Pasar Negara Berkembang
  • IIF Siap Danai Investasi EBT Percepat Transisi Energi

Fasilitas pinjaman tersebut akan meningkatkan akses pembiayaan bagi proyek-proyek energi terbarukan yang berkontribusi terhadap upaya mitigasi perubahan iklim, sekaligus memperkuat kapasitas dan ketahanan infrastruktur nasional.

Indonesia saat ini tengah menjalani proses transisi energi untuk menyeimbangkan peningkatan kebutuhan energi dengan target iklim nasional. Pemerintah telah menetapkan target bauran energi terbarukan sebesar 31% pada tahun 2050 sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan ekonomi jangka panjang.

Presiden Direktur IIF, Rizki Pribadi Hasan mengatakan pembiayaan ini memperkuat kapasitas perseroan dalam mendukung transisi energi Indonesia dan pembangunan infrastruktur yang tangguh terhadap perubahan iklim.

"Melalui kemitraan dengan FinDev Canada, kami dapat memperluas akses pembiayaan jangka panjang untuk proyek-proyek energi terbarukan dan infrastruktur berkelanjutan yang sejalan dengan agenda pertumbuhan rendah karbon Indonesia. Kami juga mengapresiasi kepercayaan yang diberikan dan berharap dapat terus memperdalam kolaborasi ini guna menghadirkan dampak sosial dan lingkungan yang nyata,” jelasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menjaga Kesehatan Masyarakat: Saatnya Pemerintah Serius dengan Cukai Atas MBDK
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Terungkap! Pilot Smart Air Sempat Kirim Pesan Terakhir saat Ditembaki KKB
• 22 jam lalurctiplus.com
thumb
Uya Kuya Dorong Penguatan Program Makan Bergizi Gratis untuk Percepat Perbaikan Gizi Nasional
• 23 jam lalueranasional.com
thumb
Pakar Bagikan Rekomendasi Camilan untuk Anak yang Baru Mulai Puasa
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kemenko PM: Indonesia Berdaya Dorong Warga Miskin Naik Kelas
• 23 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.