KPK Dalami Hubungan Jabatan Mulyono di 12 Perusahaan dengan Kasus Restitusi Pajak

suara.com
7 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • KPK menetapkan Kepala KPP Madya Banjarmasin Mulyono sebagai tersangka kasus dugaan korupsi restitusi pajak usai OTT di Kalimantan Selatan.
  • Mulyono diduga menerima uang apresiasi Rp1,5 miliar terkait persetujuan restitusi PPN PT Buana Karya Bhakti sebesar Rp48,3 miliar.
  • KPK masih mendalami keterkaitan jabatan Mulyono di 12 perusahaan dengan dugaan tindak pidana korupsi yang menjeratnya.

Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku sedang mendalami hubungan antara jabatan direksi yang dimiliki Kepala KPP Madya Banjarmasin Mulyono di 12 perusahaan dengan kasus yang menjeratnya.

Mulyono diketahui menjadi tersangka dalam kasus dugaan dugaan korupsi terkait restitusi pajak di KPP Banjarmasin, Kalimantan Selatan usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK.

“Apakah kemudian nanti ada kaitannya dengan dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan, atau menjadi modus-modus untuk melakukan pengaturan nilai pajaknya, atau ada modus-modus lain yang masuk ke dalam unsur dugaan tindak pidana korupsi, ada unsur benturan kepentingannya, itu nanti masih akan didalami,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (12/2/2026).

Terkait dengan dugaan pelanggaran etik aparatur sipil negara (ASN), Budi menyebut hal itu akan masuk ranah pengawasan internal Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

KPK sebelumnya melakukan penahanan terhadap Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin Mulyono (MLY) usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT) kasus dugaan korupsi terkait restitusi pajak di KPP Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Mulyono ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan bersama dua orang lainnya yaitu fiskus yang menjadi anggota Tim Pemeriksa dari KPP Madya Banjarmasin Dian Jaya Demega (DJD) dan Manajer Keuangan PT Buana Karya Bhakti (BKB), Venasius Jemarus Genggor alias Venzo (VNZ).

“KPK selanjutnya melakukan penahanan terhadap para tersangka untuk 20 hari pertama sejak 5 sampai dengan 24 Februari 2025. Penahanan dilakukan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Cabang Gedung Merah Putih KPK,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (5/2/2026).

Pada November 2025, Mulyono bertemu dengan pihak BKB yaitu Venzo dan Direktur Utama PT BKB Imam Satoto. Dalam pertemuan lanjutan, Mulyono menyampaikan pada Venzo bahwa permohonan restitusi PPN PT BKB dapat dikabulkan dengan menyinggung adanya ‘uang apresiasi’.

“PT BKB melalui VNZ menyepakati permintaan tersebut dengan besaran Rp1,5 miliar kepada MLY sebagai ‘uang apresiasi’, dengan adanya uang “sharing” untuk VNZ,” ungkap Asep.

Baca Juga: Gus Yaqut Praperadilan: Ini Tiga Alasan di Balik Gugatan Status Tersangka Korupsi Kuota Haji

Pada Desember 2025, KPP Madya Banjarmasin menerbitkan Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB) dan Surat Keputusan Pengembalian Kelebihan Pembayaran Pajak (SKPKPP) dengan nilai restitusi yang disetujui sebesar Rp48,3 miliar.

“Bahwa setelah restitusi dicairkan pada 22 Januari 2026 ke rekening PT BKB, DJD menghubungi staf VNZ untuk meminta bagian dari ‘uang apresiasi’ yang disepakati. Dimana uang tersebut dicairkan oleh PT BKB dengan menggunakan invoice fiktif,” tutur Asep.

Adapun dugaan jatah pembagian uang apresiasi tersebut ialah Mulyono sebanyak Rp 800 juta, Dian sebanyak Rp 200 juta, dan Venzo mendapatkan Rp 500 juta.

“Bahwa kemudian, VNZ bertemu DJD untuk memberikan uang yang disepakati sebesar Rp200 juta. Namun VNZ meminta bagian sebesar 10 persen atau Rp20 juta. Sehingga DJD menerima bersih sebesar Rp180 juta,” tandas Asep.

Atas perbuatannya, terhadap Mulyono dan Dian selaku penerima disangkakan telah melanggar Pasal 12 a dan Pasal 12 b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 serta Pasal 606 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 tahun 2026. Kemudian Venzo diduga melanggar Pasal 605 dan Pasal 606 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kabar Buruk dari Gresini Ducati: Fermin Aldeguer Terpaksa Absen di Seri Pembuka MotoGP 2026
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
KRI Tatihu-853 Rampungkan Operasi Perisai Sura-26 untuk Perkuat Pengamanan Laut Maluku
• 4 jam lalupantau.com
thumb
Pemprov Jateng siapkan perawatan rutin jaga nyala Api Abadi Mrapen
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Polda Metro Jaya Tangani 1.160 Kasus dalam Operasi Pekat Jaya 2026
• 11 jam lalutvrinews.com
thumb
Pakar Geopolitik Soroti Dinamika dalam Dewan Perdamaian: Indonesia Tidak Boleh Netral
• 4 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.