Pakar Geopolitik Soroti Dinamika dalam Dewan Perdamaian: Indonesia Tidak Boleh Netral

kompas.tv
2 jam lalu
Cover Berita
Presiden Donald Trump duduk di antara Presiden Indonesia Prabowo Subianto, kanan, dan Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban, kiri, selama upacara penandatanganan inisiatif Dewan Perdamaiannya pada Pertemuan Tahunan Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Kamis, 22 Januari 2026. (Sumber: AP Photo/Markus Schreiber)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Guru Besar Sejarah dan Geopolitik Timur Tengah Universitas Indonesia Yon Machmudi menegaskan pemerintah mesti mempunyai persiapan jelas sebelum mengambi peran dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) bentukan Amerika Serikat (AS).

Hal tersebut disampaikan Yon Machmudi usai Israel resmi bergabung dengan Dewan Perdamaian. Pakar geopolitik itu menekankan, Israel tentu membawa kepentingan tersendiri ke Dewan Perdamaian.

Yon Machmudi pun menyoroti dinamika di antara anggota-anggota Dewan Perdamaian. Menurutnya, Indonesia perlu berkonsolidasi dengan negara-negara yang juga membela kepentingan Palestina di Dewan Perdamaian.

Baca Juga: Kemlu Tegaskan Indonesia Masuk Dewan Perdamaian Bukan untuk Normalisasi Hubungan

"Tentu hadirnya Indonesia tidak boleh netral, harus berpihak kepada perjuangan Palestina dan bergabung dengan negara-negara yang memiliki suara yang sama. Sehingga bisa digunakan sebagai kekuatan untuk menekan Israel," kata Yon Machmudi dalam program "Sapa Indonesia Malam" KompasTV, Kamis (12/2).

"Kita harus memiliki planning (rencana) yang jelas, gitu. Karena pasti apa pun bisa terjadi dalam waktu singkat, apalagi Israel pasti sudah punya rencana-rencana."

Selain itu, Yon Machmudi menegaskan Dewan Perdamaian semestinya mengatasi akar masalah di Gaza, yakni pendudukan Israel atas Palestina.

Lebih lanjut, Yon menilai pemerintah seharusnya bersiap menghindari "jebakan" Israel selama agenda Dewan Perdamaian. Menurutnya, Indonesia harus menjadi kekuatan penyeimbang sehingga Dewan Perdamian tidak condong ke Israel.

"Ketika masuk di dalam BoP, maka tentu ini menjadi tantangan besar bagi negara-negara yang ada dalam BoP, termasuk Indonesia. Dalam perspektif Israel, Israel ya menginginkan sesuai kepentingan dari Israel

"Karena kan Netanyahu sendiri berulangkali mengatakan tidak ada perdamaian dengan cara memberikan kemerdekaan kepada rakyat Palestina. Ini kan sebagai hambatan yang akan terjadi."

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Gading-Persada

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • dewan perdamaian
  • israel dewan perdamaian
  • israel palestina
  • board of peace
  • yon machmudi
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polri Bentuk Satgas ASRI dan Bakal Ajak Masyarakat Bersihkan Fasilitas Umum
• 16 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Preview Atletico Madrid vs Barcelona: Aroma Dendam
• 16 jam laluharianfajar
thumb
Pemerintahan Baru Kosovo Disetujui Parlemen, Albin Kurti Jadi PM
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Cuaca Jakarta diperkirakan hujan ringan Jumat malam
• 6 menit laluantaranews.com
thumb
Kontrak Berakhir, ZEROBASEONE Akan Lanjutkan Aktifitas dengan 5 Anggota
• 10 jam lalucumicumi.com
Berhasil disimpan.