JAKARTA, KOMPAS.TV - Guru Besar Sejarah dan Geopolitik Timur Tengah Universitas Indonesia Yon Machmudi menegaskan pemerintah mesti mempunyai persiapan jelas sebelum mengambi peran dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) bentukan Amerika Serikat (AS).
Hal tersebut disampaikan Yon Machmudi usai Israel resmi bergabung dengan Dewan Perdamaian. Pakar geopolitik itu menekankan, Israel tentu membawa kepentingan tersendiri ke Dewan Perdamaian.
Yon Machmudi pun menyoroti dinamika di antara anggota-anggota Dewan Perdamaian. Menurutnya, Indonesia perlu berkonsolidasi dengan negara-negara yang juga membela kepentingan Palestina di Dewan Perdamaian.
Baca Juga: Kemlu Tegaskan Indonesia Masuk Dewan Perdamaian Bukan untuk Normalisasi Hubungan
"Tentu hadirnya Indonesia tidak boleh netral, harus berpihak kepada perjuangan Palestina dan bergabung dengan negara-negara yang memiliki suara yang sama. Sehingga bisa digunakan sebagai kekuatan untuk menekan Israel," kata Yon Machmudi dalam program "Sapa Indonesia Malam" KompasTV, Kamis (12/2).
"Kita harus memiliki planning (rencana) yang jelas, gitu. Karena pasti apa pun bisa terjadi dalam waktu singkat, apalagi Israel pasti sudah punya rencana-rencana."
Selain itu, Yon Machmudi menegaskan Dewan Perdamaian semestinya mengatasi akar masalah di Gaza, yakni pendudukan Israel atas Palestina.
Lebih lanjut, Yon menilai pemerintah seharusnya bersiap menghindari "jebakan" Israel selama agenda Dewan Perdamaian. Menurutnya, Indonesia harus menjadi kekuatan penyeimbang sehingga Dewan Perdamian tidak condong ke Israel.
"Ketika masuk di dalam BoP, maka tentu ini menjadi tantangan besar bagi negara-negara yang ada dalam BoP, termasuk Indonesia. Dalam perspektif Israel, Israel ya menginginkan sesuai kepentingan dari Israel
"Karena kan Netanyahu sendiri berulangkali mengatakan tidak ada perdamaian dengan cara memberikan kemerdekaan kepada rakyat Palestina. Ini kan sebagai hambatan yang akan terjadi."
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- dewan perdamaian
- israel dewan perdamaian
- israel palestina
- board of peace
- yon machmudi





