Ribuan orang menggelar aksi di pusat Buenos Aires, Argentina, Rabu (12/2), untuk menolak rancangan reformasi ketenagakerjaan yang tengah dibahas di Senat. RUU yang didukung Presiden Javier Milei itu dinilai akan membatasi hak mogok serta memangkas berbagai tunjangan pekerja.
Reformasi tersebut disebut-sebut mempermudah perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja dan mengurangi pesangon. Selain itu, aturan baru juga berpotensi membatasi peran serikat buruh dalam perundingan kolektif. Serikat pekerja melihat langkah ini sebagai upaya melemahkan posisi mereka.
Aksi demonstrasi sempat berujung ricuh. Aparat keamanan menembakkan gas air mata, peluru karet, dan meriam air untuk membubarkan massa. Sejumlah pengunjuk rasa dilaporkan melemparkan batu, botol, hingga bom molotov ke arah polisi.
Konfederasi Umum Buruh Argentina mengecam reformasi tersebut sebagai serangan terhadap hak-hak pekerja. Namun pemerintah Milei menilai perubahan itu diperlukan untuk membenahi sistem ketenagakerjaan yang dianggap tidak seimbang dan menarik investasi guna mendorong agenda ekonomi pasar bebas.





