jpnn.com, SEMARANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menggelar seremoni pemberian penghargaan kepada KH Sholeh Darat sebagai Tokoh Moderasi pada Kamis (12/2).
Kegiatan ini menjadi rangkaian proses pengusulan KH Sholeh Darat sebagai pahlawan nasional, serta bentuk penghormatan atas kontribusi dan warisan intelektual beliau bagi bangsa Indonesia.
BACA JUGA: Gerak Cepat, Pemkot Semarang Siapkan Relokasi 15 Rumah Terdampak Tanah Gerak di Jangli
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng dalam seremoni tersebut menyerahkan surat keputusan perubahan nama Jalan Kiai Saleh menjadi Jalan K.H Sholeh Darat.
Pemberian penghargaan ini menjadi simbol apresiasi terhadap jejak sejarah dan keteladanan beliau sebagai ulama sekaligus guru dari tokoh-tokoh besar yang memiliki peranan penting dalam perkembangan keilmuan Islam di nusantara.
BACA JUGA: Wali Kota Agustina Lantik 42 Duta Pancasila Kota Semarang, Berharap Jadi Benteng Ideologi
“Jalan bukan sekadar ruang lalu lintas, tetapi ruang ingatan. Setiap orang yang melintas di jalan tersebut diingatkan bahwa kota ini pernah melahirkan ulama besar yang mengajarkan ilmu dengan kelembutan, dakwah dengan kebijaksanaan dan Islam dengan semangat moderasi,” kata Agustina.
Selain perubahan nama jalan, Pemkot Semarang juga menyerahkan piagam penghargaan kepada KH Sholeh Darat sebagai tokoh moderasi yang diterima langsung oleh Dzurriyah sebagai ahli waris.
BACA JUGA: Periksa Kesehatan 1.200 Pekerja dalam Lima Hari, Pemkot Semarang Cetak Rekor MURI
Pada kesempatan tersebut turut dilakukan penandatanganan pernyataan ahli waris dan pengesahan foto KH Sholeh Darat sebagai bentuk validitas dokumen serta memastikan kesesuaian data historis yang diajukan.
Sebagai bentuk komitmen dalam menjaga dan menghidupkan kembali warisan intelektual beliau, Tafsir Faidhurrahman turut diserahkan kepada Wali Kota Semarang untuk diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.
Langkah ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap karya monumental K.H. Sholeh Darat yang menjembatani pemahaman teks keagamaan dengan konteks sosial pada masanya.
Menurut Agustina, pemberian penghargaan ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Semarang untuk mengangkat kembali tokoh-tokoh lokal yang berjasa besar namun belum banyak dikenal generasi muda.
Dia menegaskan pembangunan kota tidak hanya berfokus pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga pada pelestarian nilai sejarah, budaya, dan keteladanan tokoh bangsa.
“Semarang memiliki banyak figur inspiratif yang kontribusinya melampaui zamannya. Mengangkat kembali sosok seperti KH Sholeh Darat berarti kita sedang menanamkan identitas dan kebanggaan sejarah kepada masyarakat,” tambahnya.
Pemkot Semarang berharap penghargaan ini dapat menjadi momentum penguatan kesadaran sejarah sekaligus mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk meneladani semangat keilmuan, kerendahan hati, serta komitmen kebangsaan yang diwariskan KH Sholeh Darat.
Melalui penghargaan tersebut, Pemkot Semarang menegaskan komitmennya untuk terus merawat memori kolektif tentang tokoh-tokoh besar daerah sebagai bagian dari fondasi moral dan budaya dalam membangun kota yang berkarakter, religius, dan berkemajuan. (mrk/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Imlek Semawis 2026 Tampilkan Harmoni Budaya dan Toleransi Warga Kota Semarang
Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi




