Penulis: Ama Boro Huko
TVRINews, Flores Timur
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas II Eltari Kupang kembali memperbarui potensi cuaca ekstrem di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk periode 12–14 Februari 2026.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Eltari Kupang, Sti Nenotek, menjelaskan terdapat dinamika atmosfer skala regional yang memengaruhi kondisi cuaca di NTT. Dinamika tersebut meliputi menguatnya Monsun Asia, La Nina lemah, dan gelombang atmosfer low.
"Adanya pusat tekanan rendah di utara Australia (Darwin) menyebabkan daerah pertemuan dan belokan angin di atas wilayah NTT, sehingga berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan konvektif dan berpeluang menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dapat disertai kilat/petir dan angin kencang." jelas Sti dalam keterangan resminya, Kamis 12 Februari 2026.
Selain itu, kelembapan udara pada lapisan 800 milibar hingga 500 milibar terpantau cukup tinggi, berkisar antara 70–95 persen. Kondisi ini mendukung pertumbuhan awan hujan secara vertikal di wilayah NTT.
Masyarakat diimbau mewaspadai dampak hujan sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, serta berpotensi memicu bencana hidrometeorologi.
Berikut wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga sangat lebat disertai petir atau kilat dan angin kencang berdurasi singkat:
Kamis, 12 Februari 2026:
Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Flores Timur, Lembata, Alor, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Utara (TTU), Timor Tengah Selatan (TTS), Malaka, Belu, Rote Ndao, Sabu Raijua, dan Pulau Sumba.
Jumat, 13 Februari 2026:
Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Flores Timur, Lembata, Alor, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, TTU, TTS, Malaka, Belu, Sabu Raijua, Rote Ndao, dan Pulau Sumba.
Sabtu, 14 Februari 2026:
Manggarai Barat, Ende, Sikka, Flores Timur, Alor, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, TTS, TTU, Belu, Malaka, Rote Ndao, dan Sumba Timur.
BMKG mengingatkan masyarakat terus memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi guna mengantisipasi potensi dampak yang dapat terjadi.
Editor: Redaktur TVRINews





