tvOnenews.com - Walaupun telah menyampaikan klarifikasi, polemik antara Denada dan Ressa Rizky Rossano tampaknya masih belum menemukan titik terang.
Usai Denada menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf kepada Ressa Rizky melalui sebuah video yang kemudian viral di media sosial, hingga saat ini belum terlihat adanya perkembangan terkait hubungan keduanya.
Di sisi lain, Iis Dahlia dan Caren Delano turut angkat bicara dengan menyampaikan pandangan mereka sebagai sahabat Denada.
Melalui program Spill DD Tea, Iis Dahlia mengungkapkan bahwa sejak awal dirinya telah mengetahui kabar hubungan antara Denada dan Ressa Rizky.
Ia menjelaskan, sejak pertama kali isu gugatan terhadap Denada mencuat di pemberitaan, dirinya langsung mengonfirmasi hal tersebut kepada Denada melalui pesan singkat.
“Dari sebelum rame, aku dikasih tahu sama anakku. ‘Dena kenapa mah?’,” ungkap Iis Dahlia dilansir dari YouTube TRANS TV Official.
“Malam hari itu juga, aku WA dia, ‘De, are you okay? What can I do for You?’,” sambungnya.
Keesokan harinya, di lokasi syuting yang sama, Iis memanggil Denada untuk berbincang di ruangannya.
“Aku panggil dia, ‘De, kamu kesini dulu dong’. Aku bilang sama dia ‘kamu mau bagaimana ini? Seharusnya kamu kasih penjelasan’. ’Iya mah nanti, begana begini begana begini.’,” ujarnya.
“At the end, ‘semua yang memutuskan adalah kamu karena ini area keluarga’,” lanjutnya menjelaskan.
- Kolase tvOnenews.com/ Instagram @isdahlia @carendelano
Sebagai seorang sahabat, Iis mengaku dirinya hanya dapat memberikan masukan, sementara keputusan sepenuhnya berada di tangan Denada.
Caren Delano pun mengungkapkan bahwa dirinya bersama sejumlah sahabat lain sempat menegur Denada agar berani menyampaikan fakta yang sebenarnya kepada publik.
Ia menegaskan, para sahabat justru mendorong Denada untuk segera memberikan klarifikasi.
“Kita tegur iya, ada satu momen bahkan kita berempat conference call sampai ngomong elu harus ngomong, elu harus keluar dengan keras,” ujar Caren Delano.
“Kita malah mendorong dia untuk ayo klarifikasi. Tapi sekali lagi seperti yang dibilang ‘kita nggak tahu. Jangan paksa kita karena kita nggak tahu’,” sambungnya.




