Bisnis.com, JAKARTA — PT Blue Bird Tbk. (BIRD) menilai prospek bisnis pada 2026 ini bakal lebih baik dibandingkan tahun lalu, seiring rencana peningkatan belanja modal (capital expenditure/capex), penambahan armada, serta penguatan fitur digital.
Direktur Utama BIRD Adrianto Djokosoetono mengatakan sebagai bagian dari strategi pertumbuhan, perseroan memastikan pembelian armada baru tetap berjalan. Bahkan, alokasi capex tahun ini dianggarkan lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Meski belum merinci persentase kenaikan maupun jumlah unit tambahan, manajemen memberi sinyal ekspansi armada akan lebih agresif.
“Pembelian armada selalu ada. Tahun ini kami anggarkan lebih besar dari tahun lalu,” katanya, Kamis (12/2/2026).
Dari sisi outlook, Blue Bird mengakui tantangan utama industri saat ini masih berkutat pada siklus ekonomi. Perseroan mengatakan apabila ekonomi tumbuh lebih tinggi tentu akan baik bagi bisnis perseroan.
"Tapi walaupun growth-nya lebih rendah dari tahun lalu, tetap ada growth. Jadi kami optimistis,” ujarnya.
Tak hanya itu, Andre, sapaan akrabnya, tak memungkiri sentimen global seperti gejolak geopolitik dan fluktuasi pasar keuangan termasuk koreksi pasar yang sempat terjadi, diakui sebagai faktor eksternal yang tak terhindarkan. Namun, dia menilai kondisi tersebut sebagai bagian dari dinamika, sehingga tetap mematok target optimistis pada tahun ini.
Baca Juga
- Emiten Taksi Blue Bird (BIRD) Cetak Laba Rp482,59 Miliar per Kuartal III/2025
- Blue Bird (BIRD) Diversifies Beyond Taxis, Expands EV Fleet and Mobility-as-a-Service
- Blue Bird (BIRD) Bawa Pulang Penghargaan BIA 2025 Kategori Transportasi Jalanan
“Secara umum rasanya tahun ini bisa lebih baik dari tahun lalu, meskipun tetap ada challenge yang tidak bisa diprediksi,” tambahnya.
Momen Ramadan dan LebaranMendekati momentum Ramadan dan Idulfitri, perseroan biasanya mencatat pola musiman berupa peningkatan aktivitas atau pergerakan masyarakat tetapi kondisi tersebut bergantung kepada lamanya periode liburan.
Perubahan mobilitas dari kota besar ke kota kecil saat mudik menjadi dinamika tersendiri termasuk pada saat masyarakat harus kembali bekerja. Lonjakan permintaan tersebut dinilai hanya bersifat temporer.
Selain ekspansi fisik, Blue Bird juga menyiapkan peningkatan investasi di sektor teknologi. Dalam waktu dekat, perseroan akan meluncurkan pembaruan fitur pada aplikasi MyBluebird.
Sebagai gambaran BIRD mencetak kinerja positif sepanjang Januari-September 2025. Kinerja perusahaan taksi milik keluarga Djokosoetono tersebut tumbuh, baik dari sisi topline maupun bottomline.
Pendapatan Bluebird menyentuh Rp4,12 triliun hingga kuartal III/2025, tumbuh 12,4% dibandingkan periode yang sama. Sedangkan laba bersih meningkat 10,5 persen menjadi Rp488 miliar.
Sekitar 70% kontribusi pendapatan Bluebird berasal dari segmen taksi dan 30% segmen non-taksi. Segmen taksi mencatat kinerja positif, didorong oleh peningkatan permintaan di luar Jadetabek yang menunjukkan pemulihan kuat serta optimalisasi armada yang efektif.
Sementara segmen non-taksi juga terus menguat, terutama melalui layanan bus, shuttle, dan BRT yang berkembang dengan perluasan jangkauan dan okupansi yang meningkat.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.




