Blue Bird (BIRD) Gas Pol Tambah Armada Tahun Ini

bisnis.com
14 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Blue Bird Tbk. (BIRD) menilai prospek bisnis pada 2026 ini  bakal lebih baik dibandingkan tahun lalu, seiring rencana peningkatan belanja modal (capital expenditure/capex), penambahan armada, serta penguatan fitur digital.

Direktur Utama BIRD Adrianto Djokosoetono mengatakan sebagai bagian dari strategi pertumbuhan, perseroan memastikan pembelian armada baru tetap berjalan. Bahkan, alokasi capex tahun ini dianggarkan lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Meski belum merinci persentase kenaikan maupun jumlah unit tambahan, manajemen memberi sinyal ekspansi armada akan lebih agresif.

“Pembelian armada selalu ada. Tahun ini kami anggarkan lebih besar dari tahun lalu,” katanya, Kamis (12/2/2026).

Dari sisi outlook, Blue Bird mengakui tantangan utama industri  saat ini masih berkutat pada siklus ekonomi. Perseroan mengatakan apabila ekonomi tumbuh lebih tinggi tentu akan baik bagi bisnis perseroan.

"Tapi walaupun growth-nya lebih rendah dari tahun lalu, tetap ada growth. Jadi kami optimistis,” ujarnya.

Tak hanya itu, Andre, sapaan akrabnya, tak memungkiri sentimen global seperti gejolak geopolitik dan fluktuasi pasar keuangan termasuk koreksi pasar yang sempat terjadi, diakui sebagai faktor eksternal yang tak terhindarkan. Namun, dia menilai kondisi tersebut sebagai bagian dari dinamika, sehingga tetap mematok target optimistis pada tahun ini.

Baca Juga

  • Emiten Taksi Blue Bird (BIRD) Cetak Laba Rp482,59 Miliar per Kuartal III/2025
  • Blue Bird (BIRD) Diversifies Beyond Taxis, Expands EV Fleet and Mobility-as-a-Service
  • Blue Bird (BIRD) Bawa Pulang Penghargaan BIA 2025 Kategori Transportasi Jalanan

“Secara umum rasanya tahun ini bisa lebih baik dari tahun lalu, meskipun tetap ada challenge yang tidak bisa diprediksi,” tambahnya.

Momen Ramadan dan Lebaran

Mendekati momentum Ramadan dan Idulfitri, perseroan biasanya mencatat pola musiman berupa peningkatan aktivitas atau pergerakan masyarakat tetapi kondisi tersebut bergantung kepada lamanya periode liburan.

Perubahan mobilitas dari kota besar ke kota kecil saat mudik menjadi dinamika tersendiri termasuk pada saat masyarakat harus kembali bekerja. Lonjakan permintaan tersebut dinilai hanya bersifat temporer.

Selain ekspansi fisik, Blue Bird juga menyiapkan peningkatan investasi di sektor teknologi. Dalam waktu dekat, perseroan akan meluncurkan pembaruan fitur pada aplikasi MyBluebird.

Sebagai gambaran BIRD mencetak kinerja positif sepanjang Januari-September 2025. Kinerja perusahaan taksi milik keluarga Djokosoetono tersebut tumbuh, baik dari sisi  topline  maupun  bottomline.

Pendapatan Bluebird menyentuh Rp4,12 triliun hingga kuartal III/2025, tumbuh 12,4% dibandingkan periode yang sama. Sedangkan laba bersih meningkat 10,5 persen menjadi Rp488 miliar.

Sekitar 70% kontribusi pendapatan Bluebird berasal dari segmen taksi dan 30% segmen non-taksi. Segmen taksi mencatat kinerja positif, didorong oleh peningkatan permintaan di luar Jadetabek yang menunjukkan pemulihan kuat serta optimalisasi armada yang efektif.

Sementara segmen non-taksi juga terus menguat, terutama melalui layanan bus, shuttle, dan BRT yang berkembang dengan perluasan jangkauan dan okupansi yang meningkat.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sekjen Golkar Ingatkan Kader: Jangan Serang Kebijakan Presiden Prabowo dan Wapres Gibran
• 3 jam laluliputan6.com
thumb
Kemensos Gandeng BPS Cek Data 11 Juta Peserta BPJS Kesehatan yang Dinonaktifkan
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Operasi Pekat Jaya 2026: Kasus Pencurian hingga Tawuran Diungkap
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Rangkaian HUT ke-69 Astra, Asmo Sulsel Gelar Donor Darah Rutin
• 4 jam laluterkini.id
thumb
Jamkrindo Jamin 577 Ribu UMKM di Jateng dan DIY, Nilai Penjaminan Capai Rp35,8 Triliun.
• 21 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.