KLHK Fasilitasi Kerjasama Pembangunan RDF di Kabupaten Paser

tvonenews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mewadahi kerjasama yang terjalin antara Bupati Paser, Fahmi Fadli dengan PT Indocement yang berlangsung di Jakarta Pusat pada Kamis (12/2/2026).

Kerjsama yang terjalin antar dua belah pihak itu berkaitan dengan pembangunan Refuse Derived Fuel (RDF) di Desa Janju, Kecamatan Tanah Grogot, Kalimantan Timur.

Meneteri LHK, Hanif Faisol Nurofiq mengatakan kerjasama tersebut sebagai butki pemerintah daerah khsusunya Bupati Paser yang berkomitmen menuntaskan permasalahan sampah dengan pembangunan RDF.

"Beliau mengikuti semua alur norma yang disampaikan oleh kementerian dan memastikan bahkan dalam satu tahun pemerintahnya telah dibangun 2 RDF ya, dua TPST yang kapasitas cukup besar saya rasa dan ini kami harapkan bisa terus ditingkatkan," kata Hanif kepada awak media, Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Hanif menekankan langkah ini sejalan dengan program yang baru saja diluncurkan Presiden RI, Prabowo Subianto berupa Gerakan Indonesia Asri.

Menurutnya Presiden Prabowo meminta agar seluruh kepala daerah dapat memaksimalkan kebersihan lingkungan dan keasrian wilayahnya.

"Para Bupati tidak terkecuali Pak Bupati Paser telah mengambil langkah-langkah itu. Tentu langkah-langkah ini akan terus ditingkatkan. Kita paham betul dengan karakteristik kumpulan kita yang terimbas pada demo grafi kita sehingga masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda dalam metodologi penyelesaian sampah," kata Hanif.

Di sisi lain, Fahmi menekankan kerjasama yang terjalin merupakan komitmen pihaknya dalam melakukan penanganan sampah sesuai UU Nomor 18 Tahun 2008.

Tak hanya itu, kata Fahmi, hal ini juga sealras dengan intruksi Menteri LHK yang meminta kepala daerah untuk dapat menuntaskan permasalahn sampah dengan waktu yang telah ditentukan.

"Alhamdulillah kami berkomitmen, Pemerintah Daerah untuk segera membangun TPST dan ada dua TPST yang dibangun. Dua TPST itu nanti mengelola sampah," katanya.

Fahmi menjelaskan pembangunan RDF itu telah berlangsung sejak Tahun 2025 hingga Januari 2026.

Menurutnya fasilitas RDF akan menjadi lokasi pengelolaan sampah yang bersumber dari masyarakat dan dapat didaur ulang hiingga berdampak ekonomi.

"Semua kami olah menjadi RDF, jadi kompos, magot dan didaur ulang (menjadi nilai ekonomi). Itu mungkin," pungkasnya.(raa)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Relasi RI-Pakistan Kian Erat, Pertemuan Tingkat Tinggi Disiapkan
• 9 jam lalukompas.id
thumb
BRI Super League: Bernardo Tavares Ungkap Alasan Persebaya Rekrut 2 Pemain Lokal
• 9 jam lalubola.com
thumb
Indonesia Siap Jadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia
• 14 jam laluidxchannel.com
thumb
Satu Nyawa yang Memanggil Hati Nurani Kita Semua
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Keluarga Co-Pilot Smart Air Pertanyakan Keamanan Bandara Korowai Batu
• 9 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.