Keluarga Co-Pilot Smart Air Pertanyakan Keamanan Bandara Korowai Batu

kompas.com
9 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Keluarga co-pilot Smart Air, Capt. Baskoro Adi Anggoro, menyoroti minimnya pengamanan di Bandara Korowai Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan.

Paman Baskoro, Doni, menilai kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang memicu terjadinya penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Rabu (11/2/2026).

“Ya sedih ya, kok dapat tugas di bandara yang enggak ada pengamanan. Mestinya penerbangan sipil ada pengamanan di sana,” kata Doni saat ditemui di rumah duka di kawasan Duren Sakit, Jakarta Timur, Kamis (12/2/2026).

Menurut dia, orangtua Baskoro juga terkejut saat mengetahui insiden tersebut. Doni menegaskan, bandara yang melayani penerbangan sipil seharusnya menjadi area yang aman.

“Bandara enggak ada pengamanan, ini bandara apa? Orangtua juga sempat kaget. Kenapa enggak ada pengamanan?” ujarnya.

Baca juga: Keluarga Kenang Sosok Co-Pilot Smart Air yang Tewas Ditembak di Papua

Ia meminta pemerintah serius menangani kasus penembakan itu, termasuk memastikan keamanan di wilayah Papua, khususnya di bandara-bandara sipil.

“Pemerintah harus serius menangani kasus Papua. Masa penerbangan sipil enggak dijaga? Itu yang paling berat buat kami,” kata Doni.

Doni menjelaskan, Baskoro telah bertugas sebagai pilot di maskapai Smart Air selama lima tahun. Namun, ia baru beberapa hari mendapat penugasan di Papua.

Sebelum berangkat, Baskoro sempat dirawat di rumah sakit karena sakit. Tak lama setelah pulih, ia langsung menerima tugas terbang ke Papua.

“Dia habis sakit, sempat opname. Tiba-tiba dapat tugas ke Papua. Orangtuanya sempat tanya, ‘Aman enggak?’ Dia jawab, ‘Aman.’ Dia sudah pernah ke Papua, tapi ternyata bandaranya berbeda,” jelas Doni.

Baca juga: Ibu Co-Pilot Smart Air Sempat Ragu Lepas Sang Anak Tugas ke Papua

Diketahui, Capt. Egon Erawan dan co-pilot Capt. Baskoro Adi Anggoro gugur dalam tugas setelah pesawat Smart Air yang mereka kemudikan ditembaki KKB di Bandara Korowai Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu (11/2/2026).

Pesawat tersebut melayani rute Tanah Merah–Danowage/Korowai Batu dan berangkat sekitar pukul 10.38 WIT dengan manifes awal 12 penumpang.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Namun, Kepala Polres Boven Digoel AKBP Wisnu Perdana Putra menyebutkan pesawat membawa 13 orang saat terbang dari Tanah Merah menuju Lapangan Terbang Korowai Batu, Kampung Danowage.

Pilot dan kopilot sempat berupaya menyelamatkan diri ke arah hutan. Namun, keduanya ditemukan oleh para penembak dan ditembak hingga meninggal dunia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jalan Rusak di Ciputat Bikin Pemotor Jatuh, Polisi Pasang Traffic Cone
• 6 jam laludetik.com
thumb
Kasus Kekerasan Seksual di Universitas Negeri Manado Masuk Tahap Penyidikan
• 12 jam lalukompas.id
thumb
Kisah Pengayuh Becak Listrik Penerima Bantuan Presiden Prabowo
• 14 jam lalutvrinews.com
thumb
BEI Pastikan Masuknya Dana Pensiun dan Asuransi Tak Ganggu Pasar
• 17 jam laluidxchannel.com
thumb
KRI Tatihu-853 Rampungkan Operasi Perisai Sura-26 untuk Perkuat Pengamanan Laut Maluku
• 8 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.