Satu Nyawa yang Memanggil Hati Nurani Kita Semua

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

Hati kita tercabik oleh kabar duka dari Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Seorang anak memilih mengakhiri hidupnya, diduga karena tak mampu membeli buku dan pena. Dua benda sederhana yang seharusnya menjadi jembatan mimpi justru berubah menjadi simbol kejamnya ketimpangan yang kita biarkan mengakar.

Apabila peristiwa ini benar terjadi akibat ketidakmampuan ekonomi, negara tidak dapat melepaskan tanggung jawab. Seluruh institusi terkait wajib dimintai pertanggungjawaban.

Program pendidikan gratis, bantuan sosial, dan berbagai slogan pembangunan kehilangan maknanya ketika berhadapan dengan satu nyawa yang hilang karena keputusasaan. Seorang anak memilih mengakhiri hidupnya karena merasa masa depannya terhenti hanya oleh ketidakmampuan membeli alat tulis, sebuah potret kegagalan sistemik yang tidak dapat ditutupi oleh retorika kebijakan.

Ini bencana kemanusiaan. Dan yang menakutkan, ini bukan yang pertama dan bukan yang terakhir. Di balik angka-angka kemiskinan yang kita baca, ada wajah-wajah anak yang takut pulang karena tidak bisa bayar iuran sekolah. Ada orang tua yang menangis diam-diam karena tidak sanggup memenuhi kebutuhan dasar anak-anaknya. Ada keluarga yang memilih makan sekali sehari agar anak-anak tetap bisa sekolah.

Setiap anak yang lahir di Bumi Indonesia ini punya hak untuk hidup layak—bukan mewah, hanya layak. Hak untuk makan dengan layak. Hak untuk sekolah tanpa rasa malu. Hak untuk bermimpi tanpa dihantui ketakutan. Ini bukan tentang kemewahan, melainkan tentang martabat dasar sebagai manusia.

Namun mari kita jujur: menunggu negara berbenah adalah perjuangan panjang. Terlalu jauh, terlalu lambat untuk anak-anak yang hari ini lapar, yang besok harus sekolah tanpa sepatu, yang lusa mungkin menyerah seperti anak di NTT itu.

Warga Bantu Warga

Masyarakat Indonesia memiliki tradisi gotong royong yang telah mengakar kuat dalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini terbukti nyata ketika bencana banjir bandang melanda Sumatra, di mana warga lokal bersama relawan menjadi garda terdepan yang langsung memberikan pertolongan darurat kepada para korban.

Pemerintah memang turut memberikan respons dengan mengalokasikan dana bantuan, mengirimkan peralatan, dan menerjunkan tim tanggap darurat, meskipun bantuan tersebut baru tiba beberapa hari setelah bencana terjadi.

Yang menarik adalah peran para influencer, seniman, dan kreator konten media sosial yang—dengan segala keterbatasan sumber daya mereka—mampu menggalang dana bantuan dalam jumlah yang signifikan melalui berbagai platform digital. Semangat gotong royong inilah yang kemudian melahirkan sebuah gerakan solidaritas sosial bernama "Warga Bantu Warga" yang bergema di seluruh Indonesia.

Perlu ditegaskan bahwa gerakan ini bukan berarti mengindikasikan ketiadaan peran negara dalam penanganan bencana. Sebaliknya, ini menunjukkan kuatnya jiwa kolektivitas dan kepedulian sosial masyarakat Indonesia yang bergerak secara spontan dan masif untuk saling membantu sesama. Semangat gotong royong ini kemudian menyebar ke berbagai daerah di Indonesia.

Berdasarkan pengalaman dan bukti nyata tersebut, saya sebagai bagian dari masyarakat sangat meyakini bahwa gerakan "Warga Bantu Warga" dapat dan harus terus digaungkan hingga ke pelosok-pelosok negeri, termasuk untuk merespons tragedi yang menimpa seorang anak di Nusa Tenggara Timur.

Semangat kolektif yang sama, kepedulian yang sama, dan solidaritas yang sama dapat kita wujudkan kembali untuk membantu mereka yang membutuhkan, di mana pun mereka berada.

Mulai dari Kita

Kepada Anda yang berkecukupan, yang hartanya berlimpah, lihatlah sekeliling. Di lingkungan Anda, di kampung sebelah, pasti ada keluarga yang berjuang keras. Sisihkan sedikit dari rezeki Anda. Tidak perlu besar, tidak perlu mewah, yang penting dapat menyelamatkan nyawa.

Kepada Anda yang penghasilannya pas-pasan tapi masih bisa berbagi, gotong royong masih mengalir dalam darah kita. Patungan untuk beli seragam anak tetangga, bayar SPP anak yang orang tuanya sakit, belikan buku dan pena yang jadi mimpi sederhana seorang anak.

Bukan karena negara lepas tangan, melainkan karena kepedulian menggerakkan kita semua: tetap kita suarakan, tetap kita desak, tetap kita ingatkan, bahwa di daerah yang jauh dari ibu kota, ada anak-anak yang nyawanya bergantung pada kepedulian kita. Jangan jumawa dengan satu program yang berhasil, sementara nyawa-nyawa hilang dalam sunyi. Jangan puas dengan data statistik, sementara ada anak yang menangis karena tidak punya uang jajan.

Karena pada akhirnya, inilah kebenaran yang pahit. Satu nyawa yang hilang akibat keputusasaan dan ketidakmampuan ekonomi bukanlah peristiwa yang berdiri sendiri. Ia lahir dari rangkaian kelalaian yang panjang.

Dari lingkungan yang memilih diam, dari masyarakat yang terlalu sibuk memamerkan kemewahan di layar gawai, sementara tetangganya sendiri berjuang untuk makan hari ini.

Dan dari negara yang anggarannya tercantum rapi di atas kertas, tetapi tak pernah benar-benar sampai ke mereka yang paling membutuhkan. Dalam keadaan seperti itu, kematian bukan lagi sekadar nasib buruk, melainkan juga cermin kegagalan kita bersama.

Kepada semua orang tua yang sedang berjuang keras: Anda tidak sendiri. Kesulitan Anda bukanlah aib. Anda adalah pahlawan yang setiap hari berperang melawan keterbatasan demi masa depan anak-anak. Tetap bertahan. Jangan malu meminta bantuan. Jangan ragu untuk bersuara.

Dan kepada kita semua: mari menjadi manusia. Mari lihat, mari dengar, mari ulurkan tangan, sebelum ada anak lain yang memilih pergi karena merasa tidak berharga. Satu kepedulian bisa menyelamatkan asa dan nyawa. Mari kita buktikan bahwa kemanusiaan kita masih hidup.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pencuri di Hotel Bintang 5 Sudirman Diduga Berkomplot
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Penahanan Bahar bin Smith Ditangguhkan, Kuasa Hukum Ungkap Alasannya
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
8 Rumah Rusak Berat, Warga Mengungsi Usai Bencana | KOMPAS SIANG
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia asal Jepang Ini Pernah Buka-bukaan soal Besaran Gajinya di Liga 1
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Persis Solo Targetkan Kemenangan Lawan Madura United di Stadion Manahan
• 51 menit lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.