Harga Emas Dunia Jatuh di Tengah Gelombang Likuidasi Besar

idxchannel.com
9 jam lalu
Cover Berita

Harga emas dunia anjlok lebih dari 3 persen pada Kamis (12/1/2026), memperpanjang koreksi tajam.

Harga Emas Dunia Jatuh di Tengah Gelombang Likuidasi Besar. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Harga emas dunia anjlok lebih dari 3 persen pada Kamis (12/1/2026), memperpanjang koreksi tajam.

Penurunan ini terjadi seiring gelombang jual di berbagai instrumen investasi yang memaksa investor menjual logam mulia untuk memenuhi margin call dan menutup kerugian di instrumen lain.

Baca Juga:
Rupiah Kembali Lesu, Ambles ke Rp16.828 per Dolar AS

Menurut data pasar, emas spot (XAU/USD) merosot 3,20 persen ke USD4.920,81 per troy ons.

Mengutip Trading Economics, penurunan ini terjadi meski imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) tenor 10 tahun turun ke level terendah dalam lebih dari dua bulan.

Baca Juga:
Saham BAIK dan BELL Keluar dari Papan Pemantauan Khusus

Hal ini mengindikasikan bahwa pelemahan bukan dipicu ekspektasi kenaikan suku bunga, melainkan kebutuhan likuiditas jangka pendek serta aksi unwinding posisi setelah reli panjang.

Perak dan tembaga juga merosot tajam, menegaskan luasnya tekanan jual di pasar logam.

Baca Juga:
Ekonomi 2025 Tumbuh 5,11 Persen, Pemerintah Kejar Target 8 Persen Lima Tahun Kedepan

Meski pelaku pasar memperkirakan data inflasi (CPI) mendatang menunjukkan perlambatan dan masih memperhitungkan dua kali pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) tahun ini, arus jangka pendek lebih didominasi deleveraging ketimbang penyesuaian ulang ekspektasi kebijakan.

Untuk emas, harga kembali turun ke bawah USD5.000 per troy ons setelah sempat reli ke kisaran USD5.100 per ons pada pekan ini.

“Kemampuan emas untuk segera kembali menembus level USD5.000 dinilai menjadi indikator utama arah tren jangka pendek,” ujar Fawad Razaqzada dari Forex.com dalam catatannya, dikutip dari Dow Jones Newswires.

Ia menambahkan, "Pasar kini telah menyapu kantong besar likuiditas di sisi bawah, dan pergerakan selanjutnya akan bergantung pada bagaimana harga bereaksi di sekitar level teknikal kunci.”

Terlepas dari tekanan tersebut, penurunan imbal hasil, pembelian berkelanjutan oleh bank sentral, serta ketidakpastian geopolitik yang masih tinggi tetap menjadi fondasi fundamental bagi emas setelah tekanan likuidasi mereda. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Minta Return on Asset Danantara Bisa Capai 7 Persen: Harus Siap
• 20 menit lalukumparan.com
thumb
Bupati Buol Akui Terima Rp 160 Juta dan Tiket Konser BLACKPINK, KPK Siap Usut Tuntas!
• 19 jam lalusuara.com
thumb
Wamenhaj Siapkan Skema Keberangkatan Umrah Lewat Asrama Haji
• 14 jam laluliputan6.com
thumb
Biogas & Solar Dryer House Hadir di Sukabumi
• 16 jam lalujpnn.com
thumb
Ular Sanca 4 Meter Terperangkap di Plafon Rumah Kebagusan, Damkar Turun Tangan
• 22 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.