GenPI.co - Syahganda Nainggolan menilai gerakan Presiden Prabowo Subianto yang melawan oligarki pengkhianat bangsa, bisa menganggu eksistensi Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Ketua Dewan Direktur Great Institute itu, merespons pertanyaan analis komunikasi politik Hendri Satrio yang menyebut Jokowi terlihat panik saat pidato di Rakernas PSI.
Syahganda mengatakan pemerintahan Presiden Prabowo, saat ini gencar melawan para oligarki pengkhianat bangsa.
“Gerakan Prabowo yang menghantam oligarki ini, pada akhirnya mengganggu eksistensi Jokowi, yang akrab dengan kelompok itu,” katanya dikutip dari YouTube Hensa, Jumat (13/2).
Dia mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto sudah menyatakan ingin mati untuk rakyat dan perang terhadap para pengkhianat bangsa.
Syahganda menilai para kelompok ini, dulunya yang diajak Jokowi untuk investasi di Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berada di Kalimantan Timur.
“Dia (Jokowi) memberikan PSN-PSN (Proyek Strategis Nasional) di Pantai Utara, dan lain-lainnya. Semua, dia (Jokowi) manjakan. Sekarang, jadi musuh Presiden Prabowo,” ujarnya.
Syahganda pun menyinggung pernyataan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang pernah menyebut Jokowi dibesarkan oleh pengembang.
Dia menyampaikan wajar Jokowi membangun sebuah partai politik untuk melindungi eksistensi dirinya.
“Wajar dia melakukan self defense (bela diri), dengan membangun sebuah partai politik yang bisa melindunginya,” ucapnya. (*)
Video viral hari ini:





