Menanti Sejarah di Langit, Mengapa Jendela Peluncuran Artemis 2 Sangat Terbatas?

mediaindonesia.com
7 jam lalu
Cover Berita

NASA kini tengah bersiap mencetak sejarah baru melalui misi Artemis II, misi berawak pertama ke Bulan dalam lebih dari setengah abad terakhir. Namun, mengirim manusia kembali ke orbit lunar bukanlah perkara mudah. Lembaga antariksa Amerika Serikat tersebut mengungkapkan hanya ada sedikit kesempatan bagi roket Space Launch System (SLS) untuk lepas landas dalam waktu dekat.

Berdasarkan data terbaru, terdapat lima potensi tanggal peluncuran pada bulan Maret (6-9 Maret dan 11 Maret) serta enam tanggal di bulan April (1, 3-6, dan 30 April). Secara total, hanya ada 11 kesempatan dalam rentang 61 hari, dengan durasi jendela peluncuran rata-rata hanya 120 menit per hari.

Rumitnya Mekanika Orbital

Terbatasnya jadwal ini bukan tanpa alasan. NASA menjelaskan semuanya bergantung pada mekanika orbital dan persyaratan perangkat keras yang sangat spesifik. Misi yang akan membawa komandan Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan astronot Kanada Jeremy Hansen ini tidak langsung meluncur ke Bulan.

Baca juga : Artemis II Tertunda Lepas Landas Akibat Kebocoran Hidrogen, Mengapa masih terjadi?

Setelah lepas landas dari Kennedy Space Center di Florida, roket SLS akan menempatkan kapsul Orion di orbit bumi tinggi terlebih dahulu untuk pengecekan sistem.

"Hari dan waktu peluncuran harus memungkinkan SLS untuk mengirimkan Orion ke orbit tersebut," tulis pejabat NASA dalam keterangannya. "Orion juga harus berada dalam keselarasan yang tepat dengan Bumi dan Bulan pada saat pembakaran trans-lunar injection."

Manuver ini sangat krusial karena Orion akan menggunakan lintasan "kembali bebas" (free return trajectory). Artinya, kapsul akan memanfaatkan gravitasi Bulan untuk "ketapel" kembali menuju Bumi tanpa perlu pembakaran mesin besar tambahan.

Baca juga : Setelah 50 Tahun, Manusia Kembali Menuju Bulan: NASA Buka Jendela Peluncuran Artemis II

Kebutuhan Energi dan Cahaya Matahari

Selain faktor lintasan, pasokan energi menjadi kendala utama. Panel surya pada kapsul Orion membutuhkan paparan sinar matahari yang stabil untuk menghasilkan listrik dan menjaga suhu pesawat.

"Lintasan pada hari tertentu harus memastikan Orion tidak berada dalam kegelapan selama lebih dari 90 menit berturut-turut," jelas pihak NASA. Para perencana misi secara ketat mengeliminasi tanggal yang berisiko membuat Orion mengalami gerhana berkepanjangan selama penerbangan.

Menunggu Hasil Uji Coba

Saat ini, NASA belum secara resmi menetapkan tanggal pasti. Keputusan final baru akan diambil setelah Artemis II menyelesaikan wet dress rehearsal, simulasi pengisian bahan bakar dan prosedur hitung mundur. Uji coba pertama pada 2 Februari lalu terpaksa dihentikan lebih awal akibat kebocoran hidrogen cair, yang menyebabkan peluang peluncuran di bulan Februari tertutup.

Meski demikian, NASA tetap optimistis. Masalah teknis serupa pernah terjadi pada misi Artemis I yang terbukti sukses pada 2022 lalu. Lori Glaze, pelaksana tugas administrator asosiasi NASA, menegaskan bahwa mereka tidak akan terburu-buru.

"Kami memiliki peluang di setiap bulan. Jadi, jika diperlukan, kami akan menjadwalkannya melampaui bulan April," ujar Lori Glaze dalam konferensi pers baru-baru ini.

Misi Artemis 2 akan menjadi tonggak sejarah penting. Sejak berakhirnya misi Apollo 17 pada Desember 1972, belum ada lagi manusia yang melakukan perjalanan melampaui orbit rendah Bumi. (Space/Z-2)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Update Prakiraan Cuaca Jakarta BMKG Hari Jumat, 13 Februari 2026: Waspada Hujan Deras Seharian!
• 8 jam laludisway.id
thumb
Kim Kardashian Merasa Aman dan Nyaman Bersama Lewis Hamilton
• 5 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Kalla Institute Tanamkan Nilai Pancasila Lewat Ruang Akademik dan Seni
• 5 jam laluterkini.id
thumb
Menko Polkam Sebut Situasi Boven Digoel Berangsur Pulih Pascapenembakan Pesawat Oleh KKB
• 15 jam laluliputan6.com
thumb
Purbaya Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I Capai 5,6 Persen Berkat Diskon Transportasi
• 19 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.