Akankah Imlek 2026 Turun Hujan? Inilah Penjelasan BMKG dan Maknanya

grid.id
9 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID- Perayaan Imlek 2026 diperkirakan kembali berbarengan dengan musim hujan di berbagai wilayah Indonesia. Fenomena hujan saat Tahun Baru China kerap memunculkan anggapan tentang datangnya berkah dan rezeki.

Sebagian masyarakat Tionghoa percaya, hujan yang turun saat Imlek menjadi simbol kemakmuran di tahun yang baru. Namun, di balik keyakinan tersebut, terdapat penjelasan ilmiah yang menjawab mengapa Imlek identik dengan curah hujan tinggi.

Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili sendiri jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026. Lantas, akankah Imlek 2026 kembali diguyur hujan dan apa maknanya?

Mengapa Imlek 2026 Berpotensi Turun Hujan?

Dikutip Kompas.com, Kamis (12/2/2026), pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa anggapan Imlek identik dengan hujan lebih disebabkan faktor waktu, bukan karena perayaannya. Imlek mengikuti kalender lunar dan biasanya jatuh pada akhir Januari hingga Februari.

Di Indonesia, periode tersebut memang bertepatan dengan puncak musim hujan. Pada rentang waktu itu, kondisi atmosfer sedang aktif, dipengaruhi Monsun Asia yang dominan, keberadaan Intertropical Convergence Zone (ITCZ), serta aktivitas gelombang ekuator seperti Kelvin, Rossby, dan pada periode tertentu Madden–Julian Oscillation (MJO).

Kombinasi faktor tersebut mendukung pembentukan awan hujan dan meningkatkan peluang hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Dengan demikian, hujan saat Imlek 2026 bukan disebabkan oleh perayaannya, melainkan karena waktunya bertepatan dengan dinamika atmosfer yang mendukung curah hujan tinggi.

Prakiraan Cuaca Saat Imlek 2026

Dalam periode menjelang dan saat Imlek 2026, dinamika atmosfer global hingga lokal masih berpengaruh signifikan. Monsun Asia diperkirakan tetap kuat setidaknya hingga dasarian kedua Februari.

Selain itu, terpantau adanya pergerakan massa udara dingin atau cold surge yang berkaitan dengan penguatan Monsun Asia. Kondisi ini berpotensi meningkatkan intensitas hujan, terutama di wilayah Indonesia bagian selatan.

Pada Selasa, 17 Februari 2026 yang bertepatan dengan Imlek 2026, BMKG memprakirakan potensi hujan intensitas sedang hingga lebat terjadi di Aceh, sebagian besar Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan bagian tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Utara.

 

Masyarakat di wilayah tersebut diimbau waspada terhadap potensi dampak hidrometeorologi. Untuk informasi detail hingga skala kelurahan secara real-time, masyarakat dapat mengakses aplikasi infoBMKG, kanal resmi BMKG, atau call center 196.

Makna Hujan Saat Imlek 2026

Di tengah prakiraan hujan saat Imlek 2026, muncul pertanyaan mengenai maknanya. Wakil Ketua Pengurus Klenteng Hian Thian Siang Tee Bio Palmerah, Sugiarto, menilai fenomena ini berkaitan dengan pola iklim tropis Indonesia.

 

Menurutnya, musim hujan berlangsung dari September hingga Maret, sehingga wajar jika Imlek 2026 bertepatan dengan puncak curah hujan. Ia menyebut anggapan hujan membawa rezeki sebagai harapan positif masyarakat. “Semakin banyak hujan, semakin banyak rezeki katanya,” ujarnya.

Di China, Imlek dimaknai sebagai peralihan dari musim dingin ke musim semi. Musim semi identik dengan masa tanam, ketika tanaman mulai bertumbuh dan masyarakat berdoa agar hasil pertanian subur.

Budayawan Tionghoa asal Cirebon, Jeremy Huang Wijaya, menjelaskan bahwa Imlek 2026 tetap memiliki filosofi siklus alam. Air hujan dianggap penting untuk menyuburkan tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman.

Ia menyebut Imlek sebagai awal musim tanam yang membutuhkan hujan agar bibit berkembang dengan baik. Karena itu, hujan dipandang sebagai simbol kesuburan dan kemakmuran.

Perspektif Akademik dan Organisasi Tionghoa

Dikutip Tribunnews Bogor.com, Dosen Jurusan Arkeologi UGM, Fahmi Prihantoro, menegaskan bahwa curah hujan tinggi saat Imlek merupakan kondisi khas Indonesia. Fenomena ini belum tentu terjadi di China maupun negara lain yang merayakan Tahun Baru China.

Ketua Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS), Sumartono, juga menyampaikan bahwa tidak ada alasan spesifik yang mengaitkan hujan saat Imlek 2026 dengan rezeki secara mutlak. Menurutnya, anggapan tersebut berkembang di Indonesia karena faktor musim.

Di China sendiri, perayaan Imlek berada dalam suasana musim semi dan aktivitas bercocok tanam. Kemakmuran lebih dikaitkan dengan hasil pertanian yang baik, bukan semata-mata hujan pada hari perayaan. "Apa pun yang diberikan Tuhan pada saat itu ya kita anggap sebagai berkah, agar kita termotivasi dan secara psikis menjadi lebih baik,” ucapnya.

 

Bagaimana Jika Imlek 2026 Tidak Turun Hujan?

Dalam kepercayaan Feng Shui, hujan kadang dimaknai sebagai simbol Dewi Kwan Im yang menyirami bunga Mei Hwa, melambangkan berkah dari langit. Namun para pakar Feng Shui juga menegaskan bahwa tidak ada makna khusus jika hujan tidak turun.

Artinya, apabila Imlek 2026 tidak diguyur hujan, hal tersebut bukan pertanda kesialan atau ketiadaan keberuntungan. Hujan atau tidak, makna Imlek tetap pada harapan akan tahun yang lebih baik.

Imlek 2026 berpotensi turun hujan karena bertepatan dengan puncak musim hujan di Indonesia. Faktor Monsun Asia, ITCZ, gelombang ekuator, dan cold surge menjadi penjelasan ilmiah di balik fenomena tersebut.

Sementara dari sisi budaya, hujan saat Imlek 2026 sering dimaknai sebagai simbol keberkahan dan kesuburan. Namun secara rasional, fenomena ini lebih terkait pola musim tropis Indonesia. Pada akhirnya, hujan atau tidak saat Imlek 2026, makna utamanya tetap pada harapan, doa, dan semangat menyambut tahun baru dengan optimisme. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Eks Dirut Dana Syariah Indonesia Mery Yuniarni Diperiksa Bareskrim
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Akupunktur Medik Terbukti Ilmiah untuk Anti-Aging dan Wellness
• 10 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Pangkomar Bubarkan Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan, Sebut Bagian Transformasi Organisasi
• 19 jam lalukompas.com
thumb
Prabowo Beri Penghargaan ke Kepala BGN, Wakapolri hingga Irwasum Polri
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Prabowo: MBG Tidak Penting untuk Orang yang Cukup Berada, tapi Diperlukan Mayoritas Rakyat
• 3 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.