Pantau - Perwakilan Tetap China untuk PBB dan organisasi internasional lainnya di Wina, Li Song, menegaskan tuduhan Amerika Serikat mengenai uji coba ledakan nuklir China pada Juni 2020 sama sekali tidak berdasar.
Pernyataan tersebut disampaikan Li dalam wawancara pada Rabu di Wina sebagai respons atas tudingan yang sebelumnya dilontarkan under-secretary of state AS Thomas DiNanno dalam Konferensi Pelucutan Senjata di Jenewa, Swiss.
Li menyampaikan bantahan tersebut setelah Sekretaris Eksekutif Comprehensive Nuclear-Test-Ban Treaty Organization Robert Floyd mengeluarkan pernyataan klarifikasi terkait tuduhan itu.
Sistem Pemantauan Internasional CTBTO disebut tidak mendeteksi kejadian apa pun yang sesuai dengan ciri-ciri ledakan uji coba senjata nuklir pada waktu yang dituduhkan.
Li menegaskan temuan tersebut menunjukkan tuduhan AS soal uji coba peledakan nuklir China tidak berdasar.
Ia menyebut tindakan AS sangat tidak bertanggung jawab dan didorong motif tersembunyi untuk menciptakan dalih bagi dimulainya kembali uji coba nuklirnya sendiri.
Dalam pertemuannya dengan Robert Floyd pada Selasa 10 Februari, Li kembali membantah tuduhan AS dan menegaskan komitmen kuat China terhadap Perjanjian Larangan Uji Coba Nuklir Komprehensif atau CTBT.
China termasuk negara pertama yang menandatangani CTBT dan secara konsisten mendukung tujuan pelarangan uji coba nuklir.
Sejak mengumumkan moratorium uji coba nuklir pada 1996, China disebut tidak pernah melakukan aktivitas yang melanggar komitmennya.
Li mendesak AS sebagai negara dengan persenjataan nuklir besar untuk memenuhi tanggung jawab khusus dalam pelucutan senjata nuklir.
Ia menyatakan langkah AS yang mendistorsi kebijakan nuklir China merupakan bagian dari manipulasi politik untuk mencari supremasi nuklir dan mengalihkan tanggung jawab pelucutan nuklirnya sendiri.
China menegaskan komitmennya pada jalur pembangunan damai dan strategi nuklir yang bersifat pertahanan diri.
Kebijakan nuklir China disebut bertujuan menjaga stabilitas jangka panjang serta berperan konstruktif dalam perdamaian dan keamanan internasional.




