EtIndonesia. Menjelang arus mudik Tahun Baru Imlek di Tiongkok, sejumlah rute kereta cepat di berbagai daerah mengalami fenomena janggal: tiket dinyatakan habis terjual, tetapi di dalam kereta justru banyak kursi kosong. Situasi ini memicu kontroversi luas. Otoritas pun memanggil 12 platform penjualan tiket daring untuk dimintai klarifikasi, langkah yang justru memicu lebih banyak pertanyaan dari masyarakat.
Misteri di Balik Kursi Kosong Kereta Cepat
Belakangan ini, di banyak wilayah Tiongkok muncul keluhan bahwa tiket kereta “sulit didapat”. Banyak warganet mengeluhkan bahwa di platform resmi penjualan tiket kereta api 12306, berbagai rute populer langsung menampilkan status “terjual habis” begitu penjualan dibuka.
Namun, tiket yang sama justru tersedia di platform pihak ketiga dengan harga jauh lebih mahal. Anehnya, ketika penumpang benar-benar naik kereta, mereka mendapati gerbong tidak penuh, bahkan banyak kursi kosong—ada pula gerbong yang hampir sepenuhnya kosong.
2月10日,中國民眾新年返鄉,高鐵車廂上空空的,好奇怪! pic.twitter.com/3UL6tKrZLu
— ying tang (@yingtan04410735) February 12, 2026Seorang warganet dengan nama akun “Jiao Wo Duo Duo” mengunggah video pada 10 Februari. Ia mengatakan bahwa saat naik kereta cepat untuk pulang kampung, ia terkejut melihat satu gerbong hampir kosong.
“Lihat gerbong saya ini, hanya saya dan satu orang lagi. Saya juga merasa aneh. Gerbong sebelah pun kosong semua. Bukankah ini terasa sangat janggal?”
2月11日,中國一女子說,今年新年返鄉,坐高鐵的人很少,車廂裡一半是空位。 pic.twitter.com/2SCeX5Phb8
— ying tang (@yingtan04410735) February 12, 2026Pada 11 Februari, warganet lain dengan nama akun “Yuan Lai Shi You Meier” juga mengunggah video. Ia mengatakan:
“Tahun ini benar-benar sedikit sekali orang yang naik kereta cepat. Saya dari Chongqing ke Henan, dan di gerbong saya hampir setengahnya kosong.”
Ia bertanya-tanya, “Apakah semua orang sekarang memilih naik kereta konvensional berwarna hijau? Atau mungkin saya pulang terlalu awal?”
12 Platform Daring Dipanggil, Netizen Tetap Skeptis
Menurut informasi dari otoritas pengawas pasar Beijing pada 12 Februari, menyusul kekacauan penjualan tiket kereta cepat, Biro Pengawasan dan Administrasi Pasar Beijing telah memanggil 12 platform yang terlibat dalam penjualan tiket kereta secara daring untuk dimintai klarifikasi dan perbaikan.
Platform yang dipanggil antara lain: Ctrip (携程), Qunar (去哪儿), Fliggy (飞猪), Tongcheng (同程), Meituan (美团), JD.com (京东), Hanglü Zongheng (航旅纵横), Gaotie Guanjia (高铁管家), Didi (滴滴), Amap/AutoNavi (高德地图), Baidu Maps (百度地图), dan Tencent Maps (腾讯地图).
Otoritas menegaskan bahwa platform-platform tersebut tidak boleh membuat konsumen salah paham seolah-olah memiliki kerja sama bisnis khusus dengan sistem resmi 12306.
Tangkapan layar Tangkapan layarNamun, banyak warganet di daratan Tiongkok mempertanyakan langkah tersebut.
Beberapa komentar yang muncul antara lain:
- “Sudah bertahun-tahun begini, kenapa baru sekarang dipanggil?”
- “Terasa seperti pemanggilan formalitas saja. Kalau memang tidak bekerja sama, kenapa mereka bisa menjual tiket, sementara di 12306 langsung habis dalam hitungan detik?”
- “Kenapa tidak memanggil 12306 juga?”
- “12306 benar-benar tidak bermasalah? Untuk tujuan langsung tidak ada tiket, tapi kalau tambah dua stasiun malah ada tiket. Apa maksudnya?”
- “12306 mengunci tiket. Tidak bisa beli untuk stasiun tengah, harus beli lebih jauh atau seluruh rute.”
- “Kenapa harus beli seluruh rute baru dapat tiket? Kalau saya tidak menempuh seluruh perjalanan, apakah tidak boleh beli tiket? Setiap hari daftar antrean (waiting list), tapi tidak pernah dapat. Selalu habis dalam sekejap.”
- “Sekarang tanpa bayar biaya tambahan untuk ‘rebut tiket’, sudah tidak bisa dapat tiket. Dulu tiket Tahun Baru ke Shenzhen mudah dibeli, sekarang harus tambah biaya per zona. Bahkan untuk ranjang bawah di gerbong yang sama pun harus bayar ekstra. Di 12306 sama sekali tidak bisa beli, terpaksa ke platform lain.”
- “Sebagai platform resmi, 12306 seharusnya tidak bekerja sama demi keuntungan dengan platform lain. Saat musim mudik, tiket tidak mungkin didapat. Dari mulai dijual sampai habis kurang dari satu detik. Bagaimana menjelaskannya?”
- “Sebanyak apa pun klarifikasi, tetap tidak bisa menjelaskan kenapa saya tepat waktu menunggu penjualan tetap tidak dapat tiket, masuk waiting list pun gagal, tapi calo bisa membelikan tiket kalau diberi uang tambahan.”
- “Boleh jujur tidak? Tiket kereta cepat seharga 237 yuan tidak ada, terpaksa beli tiket penuh 654 yuan. Tambahan 7 stasiun itu anggap saja saya menyumbang.”
Kereta Cepat Kosong, Penumpang: Tiket Terlalu Mahal
Di media sosial Tiongkok, banyak video memperlihatkan gerbong kereta cepat yang kosong, sementara kereta konvensional murah (dikenal sebagai “kereta hijau”) penuh sesak penumpang.
Beberapa penumpang secara terbuka menyatakan bahwa harga tiket kereta cepat terlalu mahal sehingga banyak orang tidak mampu membelinya.
春运挤绿皮火车回家的人好多,车厢里挤满了人,都是想省钱回家的老百姓。 pic.twitter.com/8p93sqiMcv
— ying tang (@yingtan04410735) February 8, 2026Seorang penumpang mengatakan: “Harga tiket kereta cepat seharusnya diturunkan. Saya sedang naik kereta dari Wuxi ke Beijing. Lihat kursi di gerbong ini, hampir semuanya kosong. Harga tiket lebih dari 500 yuan, tapi yang duduk sangat sedikit. Kalau terus begini, orang tidak mampu beli tiket, dan kereta cepat juga tidak akan menghasilkan uang.”
Ia menyarankan agar harga tiket diturunkan ke kisaran 200–300 yuan agar lebih terjangkau.
無錫回北京的高鐵上,車廂裡空空的。自稱擁有世界第一高鐵的某大國,百姓卻只能擠綠皮火車。網友呼籲:高鐵票價降一降。
以深圳到鄭州為例,高鐵二等票,7個小時大約700元,綠皮火車21小時,約200元。多花14小時省下500元,可能夠一家人一個月的開銷。 pic.twitter.com/87814sIowG
Seorang blogger juga menjelaskan bahwa demi menghemat biaya, banyak orang memilih naik kereta konvensional yang lebih murah meskipun waktunya jauh lebih lama.
Sebagai contoh, rute Shenzhen ke Zhengzhou:
- Kereta cepat kelas dua memakan waktu sekitar 7 jam dengan harga sekitar 700 yuan.
- Kereta konvensional memakan waktu 21 jam, tetapi hanya sekitar 200 yuan.
Artinya, dengan tambahan 14 jam perjalanan, penumpang bisa menghemat 500 yuan—jumlah yang bagi sebagian keluarga bisa mencukupi kebutuhan hidup selama satu bulan.
Di kolom komentar, banyak warganet berkomentar:
- “Tak disangka tahun ini justru kereta hijau yang jadi pilihan utama. Pesawat merasa lebih unggul, kereta cepat merasa lebih cepat, tapi hanya kereta hijau yang benar-benar memahami rakyat.”
- “Harga tiket terlalu mahal. Sekarang cari uang tidak mudah.”
Sumber : NTDTV.com





