Ragam Ikan di Sungai Ciliwung: Ikan Asing Melonjak, Ikan Lokal Terdesak

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Sungai Ciliwung yang dahulu menjadi rumah bagi beragam ikan lokal mulai kehilangan wajah aslinya. Alirannya perlahan dikuasai spesies eksotis atau ikan asing, sementara penghuni aslinya justru tersisih dari ruang hidupnya sendiri.

Temuan tersebut dapat dilihat dalam artikel berjudul "Reinvetarisasi dan Analisis Laju Peningkatan Diversitas Ikan di Sungai Ciliwung". Artikel yang dirilis pada 19 Agustus 2025 itu disusun oleh Iqbal Mujadid dkk dan dimuat dalam Jurnal Berita Biologi Vol. 24 No. 2. Mereka meneliti diversitas ikan di Ciliwung sepanjang 2023-2024.

Iqbal Mujadid dkk melakukan pengamatan di 18 stasiun pemantauan. Adapun panjang aliran Sungai Ciliwung yang diteliti adalah 9 km dari 120 km. Kemudian, 18 stasiun tersebut dikelompokan menjadi 6 segmen daerah yang terdiri dari Kab. Bogor 1, Kota Bogor, Kab. Bogor 2, Kota Depok, DKI Jakarta 1, dan DKI Jakarta 2.

Dilihat dari sebaran wilayahnya, daerah dengan ikan berlimpah berada di bagian tengah sebab berkaitan dengan lebar sungai yang lebih besar. Praktis, sumber makanan lebih melimpah dan mampu menopang lebih banyak ikan.

Di wilayah hulu, suhu air yang ekstrem dan arus yang deras menyebabkan hanya spesies tertentu yang mampu bertahan dan beradaptasi. Kondisi serupa juga terjadi di bagian hilir. Di kawasan ini, hanya sedikit spesies ikan yang sanggup hidup karena tingginya tingkat polutan serta rendahnya kualitas air.

Ikan Asing Melonjak, Ikan Lokal Terdesak

Penelitian yang dilakukan Iqbal Mujadid dkk itu menemukan adanya 26 spesies ikan lokal dan 11 spesies ikan eksotis yang hidup di perairan Sungai Ciliwung. Jumlah ikan lokal yang masuk dalam perhitungan mencapai 794 ekor (52,5%), sedangkan jumlah ikan eksotis atau asing yang ditemukan mencapai 748 ekor (47,5%). Total semuanya mencapai 1.542 ekor.

Sebetulnya, jumlah ikan yang ditemukan sepanjang 2023-2024 mencapai 1.551 ekor. Namun, Iqbal Mujadid dkk menggunakan angka 1.542 ekor untuk membandingkan temuan mereka dengan penelitian Hadiaty pada 2011 berjudul “Diversitas dan Hilangnya Jenis-jenis Ikan di Sungai Ciliwung dan Sungai Cisadane”. Dalam penelitian Hadiaty, hanya ada 16 stasiun pemantauan, lebih sedikit dibanding 18 stasiun yang disurvei oleh Iqbal Mujadid dkk.

Bila dilihat dari sebarannya, total ikan asing atau eksotis yang ditemukan paling banyak adalah ikan sapu-sapu. Jumlahnya mencapai 287 ekor (39,10%). Diikuti oleh ikan cere yang mencapai 189 ekor ( 24,97%).

Secara populasi, ikan lokal memang masih dominan di aliran sungai tersebut. Namun apabila melihat perbandingan hasil temuan Hadiaty dan Mujadid dkk, populasi ikan eksotis melonjak tinggi, naik hingga 34 kali lipat dari jumlah penemuan di tahun 2011. Sementara itu, pertumbuhan ikan lokal cenderung stagnan atau hanya naik 1,6 kali lipat.

Berikut tabel perbandinnganya.

Kenaikan ikan asing yang tinggi menyebabkan Sungai Ciliwung menghadapi ancaman ekosistem. Mengutip dari penelitian milik Mujadid dkk tingginya jumlah ikan eksotis di Sungai Ciliwung akan mendorong berkurangnya hingga kepunahan spesies lokal.

Empat spesies ikan asli, yaitu ikan regis (Mystacoleucus marginatus), benter (Barbodes binotatus), kehkel (Glyptothorax platypogon), dan bogo (Channa limbata) mengalami penurunan populasi yang cukup tajam. Penelitian ini menyebutkan penyebab utama adalah rendahnya kemampuan keempat spesies tersebut untuk bersaing dalam mencari pakan dengan ikan eksotis.

"Hal tersebut dapat disebabkan karena kurangnya kemampuan keempat spesies untuk bersaing dalam mencari pakan dan ruang. Ikan regis dan benter bersaing oleh ikan eksotis sapu-sapu (Pterygoplicthys pardalis), sedangkan kehkel bersaing dengan ikan eksotis Bristlenose pleco (Ancistrus sp)," ungkap penelitian itu.

Berikut adalah nama-nama ikan yang ditemukan di Sungai Ciliwung

Laju Kehilangan Spesies Ikan Lokal Meroket dalam 100 Tahun

Data ikan asli di Sungai Ciliwung paling awal terekam pada tahun 1910, yaitu sebanyak 187 spesies. Berdasarkan temuan Hadiaty (2011), kehilangan spesies ikan asli atau ikan lokal di Sungai Ciliwung sempat mencapai 91,98 persen dalam kurun waktu 100 tahun.

Meski begitu, penelitian terbaru menemukan kembali beberapa spesies ikan asli serta ikan eksotis. Temuan ini sedikit “memperlambat” laju kehilangan, sehingga persentase kehilangan turun menjadi 85,10 persen. Namun, tetap ditemui adanya spesies ikan eksotis yang hilang dari aliran di Sungai Ciliwung, yakni ikan molly.

"Selama 100 tahun terdapat tren peningkatan kehilangan spesies ikan asli di Sungai Ciliwung, hingga temuan (Hadiaty, 2011) kehilangan 91,98%. Tren ini berubah karena ditemukannya kembali beberapa spesies ikan asli dan ikan eksotis pada penelitian ini, sehingga laju kehilangan ikan turun menjadi 85,10%," tulis penelitian itu.

Namun, angka tersebut tetap menunjukkan bahwa kondisi ekosistem Sungai Ciliwung masih berada dalam status kritis.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BPS kejar verifikasi 106 ribu PBI-JK yang sakit kronis selesai Lebaran
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Link Mudik Gratis Lebaran 2025 Jasa Raharja untuk Bus dan Kereta Api, Ini Syaratnya
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Spoiler One Piece 1174 Lengkap: Wujud Naga Raksasa Loki Hadapi Holy Knights
• 19 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Detik-Detik Mengerikan Puting Beliung Terjang Stadion Pakansari Bogor, Warga Panik
• 17 jam lalurctiplus.com
thumb
Suka Duka Jadi Penerjemah WNA Terdakwa Kasus Pembunuhan-Pemerkosaan di Bali
• 43 menit lalukumparan.com
Berhasil disimpan.