EtIndonesia. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Rabu (11 Februari) tiba di Gedung Putih dan mengadakan pertemuan tertutup selama tiga jam dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ini merupakan pertemuan ketujuh antara keduanya sejak Trump kembali ke Gedung Putih.
Isu utama dalam pembahasan tersebut adalah Iran. Netanyahu secara tegas mendesak agar Amerika Serikat memasukkan pembatasan program rudal balistik Iran serta penghentian pendanaan terhadap kelompok-kelompok proksi bersenjata dalam setiap kesepakatan dengan Teheran.
Presiden Trump kemudian menyatakan bahwa ia tetap berkomitmen untuk melanjutkan perundingan dengan Iran. Namun, ia juga memperingatkan bahwa jika jalur diplomasi gagal, Amerika Serikat tidak menutup kemungkinan mengambil langkah yang “sangat keras”.
Pertemuan Ketujuh, Iran Jadi Sorotan
Pada Rabu sore, setelah bertemu dengan Netanyahu, Presiden Trump menyatakan bahwa pertemuan tersebut berjalan sangat sukses. Ia menegaskan kembali keputusan untuk melanjutkan perundingan dengan Iran, sekaligus menyampaikan komitmen untuk bekerja sama secara erat dengan Israel.
Trump mengatakan bahwa jika kesepakatan tidak tercapai, Amerika Serikat akan “menunggu dan melihat” perkembangan selanjutnya. Ia juga mengingatkan Iran bahwa tahun lalu, ketika Teheran menolak untuk berunding, mereka menghadapi apa yang ia sebut sebagai “serangan tengah malam”, yang menghancurkan fasilitas nuklir mereka.
Ini adalah pertemuan keenam antara Trump dan Netanyahu di wilayah Amerika Serikat pada masa jabatan kedua Trump. Tahun lalu, saat Trump berkunjung ke Israel, keduanya juga beberapa kali bertemu.
Rombongan pers Gedung Putih pada Rabu menangkap momen iring-iringan kendaraan Netanyahu masuk dan keluar dari kompleks Gedung Putih, dengan durasi kunjungan lebih dari dua jam.
Netanyahu Bertemu Pejabat Tinggi AS Sebelum Pertemuan
Sebelum menuju Gedung Putih, Netanyahu bertemu dengan Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan secara resmi menandatangani perjanjian keikutsertaan Israel dalam Komite Perdamaian yang diprakarsai oleh Trump.
Sehari sebelumnya, Selasa (10 Februari), setelah tiba di Washington, Netanyahu juga bertemu dengan utusan khusus Trump, Steve Witkoff, serta Jared Kushner, untuk mendapatkan pembaruan mengenai perkembangan perundingan AS–Iran.
Sebelum berangkat ke Amerika Serikat, Netanyahu menyatakan bahwa ia akan menyampaikan pandangan Israel mengenai prinsip-prinsip dasar dalam perundingan dengan Iran.
Netanyahu mengatakan:
“Dalam kunjungan ini, kami akan membahas serangkaian isu: situasi di Gaza, situasi di Timur Tengah, dan tentu saja yang paling utama adalah perundingan dengan Iran.”
Perbedaan Sikap antara Iran dan AS–Israel
Selama bertahun-tahun, Israel mendesak Iran untuk menghentikan seluruh aktivitas pengayaan uranium yang terkait dengan potensi pengembangan senjata nuklir, membatasi program rudal balistik, serta memutus hubungan dengan kelompok bersenjata di kawasan. Namun, Iran secara konsisten menolak tuntutan tersebut.
Sejak dilantik kembali pada Januari tahun lalu, Presiden Trump membantu memediasi gencatan senjata antara Israel dan Hamas, serta antara Israel dan Iran, sekaligus berperan dalam upaya pembebasan seluruh sandera Israel yang ditahan Hamas, termasuk pemulangan jenazah sandera.
Dalam perundingan AS–Iran saat ini, Amerika Serikat dan Israel sama-sama menuntut agar Iran menghentikan pengembangan senjata nuklir serta berhenti mendukung Hizbullah, Hamas, dan kelompok Houthi. Sementara itu, Iran menuntut pencabutan sanksi menyeluruh dari Amerika Serikat dan tetap mempertahankan hak untuk memanfaatkan energi nuklir.
Awalnya, Netanyahu dijadwalkan berkunjung ke AS pekan depan, bertepatan dengan pertemuan resmi pertama Komite Perdamaian yang dipimpin Trump. Namun, pertemuan ini dimajukan satu minggu, yang dinilai berkaitan dengan langkah Trump pada pekan lalu dalam memperkuat penempatan militer di Timur Tengah serta dimulainya kembali perundingan dengan Iran.
Jelang Hari Valentine, Ibu Negara Kunjungi Anak-anak
Sementara itu, Sabtu (14 Februari) akan diperingati sebagai Hari Valentine. Pada Rabu, Ibu Negara Melania Trump mengunjungi Children’s Inn di National Institutes of Health (NIH), dan menghabiskan waktu bersama anak-anak untuk membuat kerajinan tangan dalam rangka menyambut hari yang identik dengan kasih sayang tersebut.
Pada Jumat (13 Februari), pasangan Trump dijadwalkan mengunjungi Fort Bragg di North Carolina untuk bertemu dengan personel militer AS beserta keluarga mereka yang terlibat dalam operasi penangkapan pemimpin Venezuela Nicolás Maduro.
Sumber : NTDTV.com





