Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Jakarta
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan bahwa pemulihan konektivitas di ruas Jalan Trans Papua Jayapura–Wamena menjadi prioritas utama pemerintah setelah longsor besar melanda wilayah tersebut pada 7–8 Februari 2026.
“Konektivitas harus segera dipulihkan agar aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat tidak terganggu terlalu lama. Kami mengerahkan seluruh sumber daya yang diperlukan untuk percepatan penanganan,” ujar Menteri Dody dalam keterangan yang diterima, Jumat (13/2/2026).
Longsor dipicu curah hujan tinggi yang menyebabkan material menutup badan jalan di sejumlah titik pada jalur strategis penghubung Papua dan Papua Pegunungan tersebut. Berdasarkan identifikasi lapangan, tercatat 27 titik longsoran dengan tingkat kerusakan beragam.
Beberapa lokasi terdampak berada di Jalan Tanjakan Area Camp Pemilu, Tanjakan Yahuli, Area Camp 90, Camp 80, Jembatan Kali Kil, serta Kampung Wara.
Kementerian PU melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Papua–Papua Pegunungan melakukan penanganan darurat berupa, pembersihan material longsor, perbaikan lereng dan sistem drainase, pemasangan sandbag, penimbunan kembali badan jalan, penggantian Jembatan Bailey yang rusak.
Untuk mempercepat pembukaan akses, BBPJN bekerja sama dengan PT Hutama Karya mengerahkan 57 alat berat, terdiri dari 48 excavator dan 9 dozer. Seluruh armada difokuskan pada pembersihan material longsor, stabilisasi lereng, serta penanganan titik dengan timbunan berat.
Penanganan dilakukan bertahap mengikuti kondisi cuaca dan stabilitas lereng demi menjaga keselamatan pekerja dan pengguna jalan.
Selain penanganan darurat, Kementerian PU juga melakukan evaluasi teknis menyeluruh terhadap kondisi lereng dan drainase di sepanjang jalur. Langkah ini bertujuan memperkuat upaya mitigasi dan mencegah risiko longsor serupa di kemudian hari.
Kementerian PU menegaskan komitmennya memastikan mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di wilayah Papua dan Papua Pegunungan dapat segera kembali berjalan normal.
Editor: Redaksi TVRINews




