Tim riset dari Pusat Riset Telekomunikasi (PRT) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah mengembangkan antena teknologi jaringan komunikasi generasi keenam (6G).
Yohanes Galih Adhiyoga peneliti PRT BRIN mengatakan, fokus riset adalah antena mikrostrip single layer dan multilayer teknologi 6G
Antena rancang dengan ukuran kecil dan dapat diintegrasikan ke dalam perangkat telepon seluler.
“Kita tidak mungkin memiliki antena yang dimensinya melebihi ukuran telepon seluler itu sendiri. Oleh karena itu, antena harus dirancang sekecil mungkin agar dapat ditempatkan di dalam perangkat,” ungkap Yohanes seperti dilansir Antara, Jumat (13/2/2026).
Ukuran dan desain harus diperhitungkan, lantaran dalam satu perangkat ada beberapa antena. Yaitu antena seluler, Wi-Fi, bluetooth, dan antena lainnya.
“Kita juga telah lakukan beberapa pengukuran, seperti s-parameter, pola radiasi, dan karakteristik lainnya. Hal ini menjadi studi awal pengembangan teknologi 6G yang ke depan berpotensi digunakan pada frekuensi millimeter-wave di Indonesia,” katanya.
Penelitian melewati beberapa tahap, mulai dari simulasi, optimasi, fabrikasi, hingga pengukuran di laboratorium.
Selain itu ada juga pengembangan phased array system untuk memastikan komunikasi tetap terjalin antara satelit yang berada pada orbit geostasioner dengan ground station di Bumi.
Pengembangannya mengadopsi konsep teknologi Starlink, yang memungkinkan beam antena dikendalikan secara elektronik tanpa adanya pergerakan mekanis.
“Antena secara fisik tetap diam, namun dari sudut pandang elektromagnetik, arah pancaran sinyalnya dapat bergerak. Hal ini penting karena satelit orbit rendah memiliki pergerakan yang cepat, sehingga antena juga harus mampu mengikuti pergerakan satelit tersebut,” ungkap Yohanes.
Infrastruktur yang mendukung penelitian adalah Communication and Signal Processing (CSP) Laboratory; RF, Microwave, Acoustic, and Photonic (RFMAP) Laboratory; Antenna and Propagation (AP) Laboratory; Advanced Network Protocol (ANP) Laboratory; serta Audio Visual Transmission Laboratory.
Ada juga near-field anechoic chamber yang digunakan untuk pengujian dan karakterisasi antena secara presisi. Lalu network analyzer dengan kemampuan pengukuran hingga 110 GHz, serta LPKF protolaser H4 yang mendukung proses fabrikasi prototipe perangkat elektronik berpresisi tinggi guna mempermudah proses riset.(ant/lea/ipg)




