Rapor Kinerja Cuan Bank-Bank Medio sepanjang 2025, Ada yang Lompat Hampir 100%

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah bank menengah di Indonesia telah merilis kinerja keuangan sepanjang 2025. Kinerja yang dilaporkan pun beragam, meskipun mayoritas mengalami pertumbuhan.

Pada tahun lalu, industri perbankan Tanah Air menghadapi sejumlah tantangan, baik dari global maupun internal, misalnya saja ketidakpastian akibat tarif yang ditetapkan oleh Presiden AS Donald Trump, daya beli masyarakat, hingga permintaan kredit yang belum optimal.

Beberapa bank kelas menengah yang telah merilis kinerja keuangan pada tahun lalu ada yang mengalami pertumbuhan, baik single maupun dobel digit, tetapi ada juga yang mengalami kontraksi.

Baca Juga : Bank Perkuat Fundamental Bisnis

Dari informasi yang dihimpun Bisnis, dari kelompok bank swasta peningkatan yang cukup tinggi dicatatkan oleh Bank Mega yang dimiliki oleh konglomerat Chairul Tanjung dengan kenaikan 28%. Sementara, Bank Lampung membukukan pertumbuhan hampir 100% dari sisi laba sepanjang tahun lalu.

Berikut rangkuman lengkapnya kinerja keuangan bank-bank menengah sepanjang 2025: Bank Mega

PT Bank Mega Tbk. (MEGA) membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp3,36 triliun sepanjang 2025. Realisasi itu naik 28% secara tahunan (year on year/YoY) dari periode yang sama tahun lalu Rp2,63 triliun.

Laba sebelum pajak (profit before tax/PBT) perseroan juga naik 28% YoY dari Rp3,26 triliun menjadi Rp4,16 triliun. 

Corporate Secretary Bank Mega Christiana M. Damanik menyampaikan raihan laba tersebut ditopang oleh peningkatan Fee Based Income sebesar 54% menjadi Rp2,79 triliun dari posisi yang sama periode sebelumnya sebesar Rp1,82 triliun, dan langkah efisiensi yang dijalankan secara disiplin.

“Pencapaian ini merupakan suatu hal yang disyukuri oleh Bank Mega, karena mampu diraih di situasi kondisi perekonomian relatif cukup menantang,” kata Christiana dalam keterangannya, Selasa (10/2/2026).

Total aset bank milik konglomerat Chairul Tanjung itu juga mengalami peningkatan. Tercatat total aset perseroan meningkat 4% YoY menjadi Rp140,83 triliun. Tahun lalu, total aset Bank Mega sebesar Rp134,92 triliun.

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit Bank Mega tumbuh 4% YoY menjadi Rp67,23 triliun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp64,65 triliun. Komposisi terbesar total kredit Bank Mega berasal dari sektor korporasi sebesar Rp46,30 triliun atau memiliki share sebesar 69%.

Kemudian dari sisi penghimpunan dana, total dana pihak ketiga (DPK) Bank Mega mencapai Rp104,13 triliun, meningkat 14% YoY. Pada 2024, DPK yang dihimpun Bank Mega sebesar Rp91,67 triliun. 

Bank Mantap

PT Bank Mandiri Taspen atau Bank Mantap membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp1,58 triliun sepanjang 2025. Angka itu naik tipis sebesar 0,22% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp1,57 triliun.

Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan, raihan laba Bank Mantap ditopang oleh pendapatan bunga bersih yang tumbuh 6,51% YoY menjadi Rp3,66 triliun hingga akhir 2025. Pada tahun sebelumnya, pendapatan bunga bersih perseroan tercatat sebesar Rp3,44 triliun.

Pendapatan komisi juga turut menjadi penopang pertumbuhan laba sepanjang 2025. Bank Mantap mencatat pendapatan komisi perseroan meningkat 22,44% YoY, dari Rp206,12 miliar menjadi Rp252,36 miliar.

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit Bank Mantap mencapai Rp50,53 triliun, naik 9,23% YoY dari tahun lalu yang sebesar Rp46,26 triliun. Pada saat yang sama, dana pihak ketiga (DPK) perseroan menanjak 12,71% YoY menjadi Rp55,03 triliun dari tahun lalu Rp48,82 triliun.

Pertumbuhan DPK pada 2025 utamanya didorong oleh peningkatan simpanan deposito dan tabungan. Tercatat, simpanan deposito naik 12,76% YoY menjadi Rp42,20 triliun dan tabungan naik 19,48% YoY menjadi Rp12,39 triliun.

Sementara itu, simpanan giro menyusut dibanding 2024. Pada 2025, simpanan giro Bank Mantap turun 57,60% YoY menjadi Rp434,92 miliar dibanding tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,02 triliun.

BTPN Syariah

PT Bank BTPN Syariah Tbk. (BTPS) membukukan pertumbuhan laba bersih tahun berjalan sebesar 13,15% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp1,20 triliun hingga akhir 2025. Pada 2024, perseroan meraup laba bersih senilai Rp1,06 triliun.

Dari sisi intermediasi, BTPS menyalurkan pembiayaan sebesar Rp10,35 triliun. Rasio keuangan Bank tetap kuat dengan Return on Assets (RoA) sebesar 7,2% dan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 57,7%.

Dana simpanan wadiah yang dihimpun perseroan juga tumbuh 7,27% YoY menjadi sebesar Rp2,27 triliun sepanjang 2025. Pada 2024, perseroan membukukan dana simpanan wadiah senilai Rp2,12 triliun.

Pertumbuhan dana simpanan wadiah BTPS ditopang oleh simpanan giro yang tumbuh signifikan yakni 526,65% YoY menjadi Rp42,56 miliar dibanding tahun lalu Rp6,79 miliar. Simpanan tabungan juga meningkat 5,61% YoY, dari tahun lalu Rp2,11 triliun menjadi Rp2,23 triliun pada 2025.

BCA Syariah

PT Bank BCA Syariah mencatatkan pertumbuhan kinerja profitabilitas sepanjang 2025, ditopang oleh peningkatan kualitas pembiayaan dan kenaikan pendapatan usaha. Laba bersih setelah pajak tercatat sebesar Rp212 miliar, tumbuh 15,4% dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya.

Berdasarkan paparan kinerja perusahaan, peningkatan laba bersih setelah pajak (profit after tax/PAT) tersebut sejalan dengan pertumbuhan margin laba yang mencapai Rp763,6 miliar pada 2025, naik 10,95% secara tahunan. Margin laba didorong oleh kenaikan financing income yang mencapai Rp937,9 miliar atau tumbuh 16,5% dibandingkan dengan 2024.

Kinerja rasio keuangan Bank BCA Syariah sepanjang 2025 menunjukkan ekspansi bisnis yang masih terjaga di tengah penguatan infrastruktur perusahaan. 

Rasio intermediasi tercermin dari financing to deposit ratio (FDR) yang meningkat menjadi 85,5% pada 2025 dari 81,3% pada tahun sebelumnya, menandakan penyaluran pembiayaan yang semakin optimal dan berkualitas. 

Sementara itu, rasio permodalan (CAR) berada di level 27,7%, meski turun dibanding 2024. Dari sisi profitabilitas, return on equity (ROE) tercatat meningkat menjadi 6,7% pada 2025 dari 5,9% pada tahun sebelumnya. 

Adapun, return on assets (ROA) relatif stabil di level 1,5%. Di sisi efisiensi, rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) tercatat sebesar 80,6% dan cost to income ratio (CIR) berada di level 63,0%. 

Bank Lampung

PT Bank Lampung membukukan laba bersih tahun berjalan tercatat sebesar Rp205,31 miliar sepanjang 2025, melonjak 99,03% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp103,15 miliar.

Menurut laporan keuangan Bank Lampung yang diterbitkan Harian Bisnis Indonesia pada Kamis (12/2/2026), pendapatan bunga tercatat sebesar Rp1,017 triliun, relatif stabil dibandingkan Rp1,016 triliun pada 2024 atau naik 0,06%. 

Di sisi lain, beban bunga turun menjadi Rp375,72 miliar dari Rp468,44 miliar atau menurun 19,79%. Penurunan beban bunga tersebut mendorong pendapatan bunga bersih meningkat menjadi Rp641,60 miliar dari Rp548,22 miliar atau tumbuh 17,03%.

Adapun dari sisi intermediasi, Bank Lampung melaporkan kredit yang tumbuh 4,32% menjadi Rp7,51 triliun dari Rp7,2 triliun. Di sisi lain, cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) kredit turun 1,14% menjadi Rp154,07 miliar dari Rp155,84 miliar. 

Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga yang terdiri dari giro, tabungan, dan deposito tercatat Rp8,28 triliun, meningkat 8,82% dibandingkan Rp7,61 triliun pada 2024. 

Secara rinci, giro tumbuh 56,88% menjadi Rp1,77 triliun, sedangkan tabungan naik 1,01% menjadi Rp1,92 triliun. Deposito relatif stabil di Rp4,57 triliun atau naik 0,15% dari Rp4,57 triliun.

Dana murah atau CASA yang merupakan gabungan giro dan tabungan tercatat Rp3,7 triliun, meningkat 21,85% dibandingkan Rp3,04 triliun pada 2024. Adapun, total aset Bank Lampung per akhir 2025 tercatat Rp11,48 triliun, meningkat 9,72% dibandingkan Rp10,46 triliun pada 2024.

Bank Nagari

PT Bank Nagari membukukan laba sebesar Rp493,74 miliar (unaudited) sepanjang 2025. Capaian tersebut terkontraksi 8,24% secara year on year dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Utama Bank Nagari Gusti Candra mengatakan, meskipun laba menurun, perseroan masih mampu memberikan kontribusi bagi daerah dan masyarakat. Hal itu tercermin dari penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) serta pembiayaan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Dari kondisi itu, Bank Nagari masih mampu memberikan kontribusi bagi daerah dan masyarakat. Buktinya, penyaluran KUR serta pembiayaan kepada UMKM menunjukkan kinerja tidak terlalu buruk,” ujar Gusti saat menyampaikan kinerja Bank Nagari Tahun 2025 di Padang, Senin (2/2/2026).

Penurunan laba juga disebabkan melambatnya kredit dan pembiayaan yang diberikan. Tercatat, pada periode ini kredit yang diberikan sebesar Rp25,27 triliun, turun 1,10% dibandingkan Desember 2024. Koreksi itu disebabkan belum optimalnya permintaan kredit seiring melemahnya daya beli dan rendahnya pertumbuhan ekonomi.

Gusti menjelaskan, perbankan memilih bersikap rasional dalam menyalurkan kredit dan tidak memaksakan pertumbuhan di tengah kondisi ekonomi pelaku UMKM dan pelaku usaha yang belum pulih sepenuhnya, terutama akibat dampak bencana alam pada penghujung 2025.

“Kami dari perbankan bekerja saja rasional, dan tidak ingin memaksakan diri agar penyaluran kredit tetap berjalan, sementara kondisi ekonomi pelaku UMKM dan pelaku usaha secara umum lagi tidak baik-baik saja,” ujarnya.

Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) Bank Nagari tercatat sebesar Rp26,84 triliun atau tumbuh 0,58% dibandingkan Desember 2024. Menurut Gusti, pertumbuhan tersebut dipengaruhi kondisi ekonomi yang mendorong masyarakat mengandalkan tabungan, di samping upaya menjaga keseimbangan dengan pertumbuhan kredit dan pembiayaan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
DPR Minta Sekolah Rusak di Wilayah 3T Jadi Prioritas Revitalisasi
• 2 jam lalutvrinews.com
thumb
Potret Sungai Cisadane Tercemar, Warga Dihimbau Tak Konsumsi Air-Ikan
• 6 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Langkah Praktis Cek Penyakit Ditanggung BPJS Kesehatan
• 12 jam lalueranasional.com
thumb
Terungkap, Keluarga Tolaram Pemegang Manfaat Akhir Amar Bank (AMAR)
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
SUSE Luncurkan Alat Penilaian Mandiri Kedaulatan Cloud untuk Sovereign AI
• 23 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.