Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar, menyatakan bahwa umrah via asrama haji yang disebutkannya di Badan Legislatif DPR pada Kamis (12/2) bersifat opsional. Ia menyebut sistem ini bernama 'one stop service' dan merupakan upaya memperluas pilihan bagi jemaah yang hendak melaksanakan ibadah umrah.
"Itu bukan mandatory tapi pilihan, untuk memudahkan jemaah memilih layanan one stop services. Jadi kita justru mendorong diversifikasi layanan terbaik untuk jemaah," kata Dahnil kepada kumparan, Jumat (13/2).
Menurutnya, sistem ini akan menjadi opsi tambahan dari sebelumnya yang telah terdapat dua opsi, yaitu umrah secara mandiri dan umrah melalui travel. Meski begitu, Dahnil mengatakan bahwa sistem 'one stop service' yang dicanangkannya merupakan opsi lanjutan dari yang mandiri maupun travel.
"Mandiri atau travel, bisa via asrama haji dengan prinsip one stop service atau tidak," ujar Dahnil.
Dahnil menerangkan bahwa sistem 'one stop service' yang menggunakan asrama haji ini akan memberikan pelayanan secara menyeluruh.
Para jemaah yang umrah melalui travel atau secara mandiri, namun melalui asrama haji, akan mendapatkan pelayanan pemeriksaan kesehatan hingga penerbangan dari asrama haji. Maskapai penerbangan yang digunakan adalah Garuda Indonesia.
"Paket umrah yang melalui travel atau melalui umrah mandiri, tetapi diawali dengan manasik di asrama haji, kemudian periksa kesehatan di asrama haji, kemudian nanti juga ada proses check-in di asrama haji menggunakan maskapai nasional flight kita yaitu Garuda Indonesia," ucap Dahnil.
"Dan kemudian nanti proses check-in semua proses ada dilakukan di asrama haji, kemudian nanti langsung berangkat ke bandara dan langsung terbang," sambungnya.
Belum jelas koordinasi dan mekanisme seperti apa yang harus dilakukan oleh jemaah untuk mendapatkan opsi sistem 'one stop service' tersebut. Menurut Dahnil, opsi ini perlu disodorkan sebab banyak travel yang merugikan jemaah.
"Karena selama ini banyak travel-travel yang merugikan jemaah, maka melalui model ini akan ada proses perlindungan bagi jemaah," tutur Dahnil.





