Langkah ini ditempuh untuk menjaga stabilitas harga menjelang Ramadan dan Lebaran.
IDXChannel - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengancam akan menindak tegas pengusaha komoditas pangan yang menjual bahan pokok di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Langkah ini ditempuh untuk menjaga stabilitas harga menjelang Ramadan dan Lebaran.
Pernyataan tersebut disampaikan Amran dalam acara Gerakan Pangan Murah di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Jumat (13/2/2026). Dia meminta Satgas Pangan dan jajaran Ditkrimsus Polri di seluruh Indonesia bertindak cepat terhadap pelaku usaha yang melanggar ketentuan harga.
"Ini perintah panglima tertinggi, Bapak Presiden, kemarin kami dipanggil menghadap dan menanyakan kondisi pangan menghadapi bulan suci Ramadan. Tidak boleh ada harga naik. Ikuti aturan. Kalau ada yang menjual di atas HET, ari produsennya. Dan bila perlu, beri sanksi berat. Cabut izinnya," kata Amran.
Amran secara khusus menyoroti harga minyak goreng yang dinilai masih kerap dijual di atas HET, padahal Indonesia merupakan produsen besar minyak sawit dunia.
"Kita adalah produsen terbesar dunia. Kita mensuplai negara lain. Kita memberi pangan pada negara lain khusus minyak goreng. Tetapi harganya terkadang di atas HET. Juga kami minta tolong, kalau ada harga minyak goreng di atas HET, cari pabriknya, cabut izinnya," kata Amran.
Untuk komoditas daging, dia meminta pengawasan dilakukan hingga ke tingkat feedlotter atau penggemukan sapi. Bahkan, Amran mengancam tidak akan memberikan kuota impor bagi pelaku usaha yang terbukti memainkan harga.
Amran juga menyinggung laporan adanya rumah potong hewan (RPH) yang menaikkan harga hingga Rp1.000. Menurutnya, tidak boleh ada kompromi terhadap praktik tersebut.
"Kalau harganya dinaikkan, langsung cabut. Nggak boleh operasi. Foodlooter yang me-supply juga dicabut. Jadi dua-dua kami cabut. Awasi distributornya. Awasi RPH yang mendistribusikan pangan," ujarnya.
(NIA DEVIYANA)




