Nama artis dan pengusaha Nagita Slavina resmi muncul dalam keterbukaan informasi PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) sebagai calon pengendali baru perseroan.
Dalam surat yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (12/2), Direktur Utama VISI, David Dwiputra, mengungkapkan telah menerima surat pemberitahuan terkait pengumuman negosiasi yang dilakukan Nagita dengan pemegang saham penjual atas rencana pengambilalihan saham perseroan.
“Pada tanggal 11 Februari 2026, perseroan telah menerima surat pemberitahuan atas pengumuman negosiasi yang dilakukan oleh Nagita Slavina, selaku Calon Pengendali Baru, dengan Pemegang Saham Penjual atas rencana pengambilalihan saham PT Satu Visi Putra Tbk,” katanya dalam surat ke BEI.
David menjelaskan, negosiasi ini berkaitan dengan perubahan pengendalian, baik secara langsung maupun tidak langsung, terhadap perseroan.
Meski proses negosiasi tengah berlangsung, perseroan memastikan belum terdapat dampak signifikan terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perusahaan. Dia memastikan proses ini tidak berdampak signifkan terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, serta kelangsungan usaha perseroan.
Hingga saat ini, belum terdapat rincian mengenai jumlah saham yang akan diambil alih maupun nilai transaksi dalam rencana pengambilalihan tersebut. Perseroan juga menegaskan tidak terdapat informasi atau fakta material lain selain yang telah diungkapkan dalam laporan tersebut
Profil VISI, Emiten yang Masuk Pemantauan Khusus BEIPT Satu Visi Putra Tbk (VISI) merupakan perusahaan yang bergerak di sektor perindustrian dengan fokus pada perdagangan besar bahan dan barang kimia, produk lainnya, serta barang tekstil. Namun dalam praktik operasionalnya, perseroan lebih terkonsentrasi pada perdagangan besar bahan advertising dan printing, seperti banner, tinta, display, dan PVC board.
Produk banner menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan perseroan, dengan porsi mencapai 92,94 persen per 31 Agustus 2023. Banner banyak digunakan sebagai media iklan luar ruang karena memiliki daya tahan terhadap air dan paparan sinar ultraviolet, serta mampu menghasilkan cetakan warna yang tajam dan jernih dalam jangka waktu lama.
Berbasis di Surabaya, Jawa Timur, VISI resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 27 Februari 2024 dengan harga penawaran umum perdana (IPO) sebesar Rp 120 per saham. Saat IPO, perseroan melepas 615 juta saham atau setara 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum.
Dari sisi kepemilikan, mayoritas saham VISI masih dikendalikan oleh Direktur Utama David Dwiputra dengan porsi 71,54 persen, sementara kepemilikan publik tercatat sebesar 20 persen. Jumlah pemegang saham per 31 Januari 2026 mencapai 1.780 investor.
Dalam struktur manajemen, David Dwiputra menjabat sebagai Direktur Utama dan didampingi Farrel Yonathan sebagai Direktur. Dewan Komisaris dipimpin oleh Robert Putra Sampurna sebagai Komisaris Utama serta Uriep Budhi Prasetyo sebagai Komisaris Independen.
VISI juga memiliki entitas anak, PT Polymer Putra Sejahtera, dengan kepemilikan sebesar 75 persen yang bergerak di bidang produksi. Saat ini, saham VISI tercatat berada di papan Pemantauan Khusus BEI.
Hingga pukul 14:19 WIB, harga saham VISI merosot 90 poin (9,89 persen) ke Rp 820 per lembar. Saham VISI melesat tajam dalam setahun, naik 530,77 poin dari dari harga Rp 130 menjadi Rp 820.




