JAKARTA, KOMPAS.TV - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) bereaksi atas bergabungnya Israel dengan Board of Peace (BoP).
BoP yang merupakan bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ini salah satu fokusnya adalah konflik Gaza.
Pro dan kontra BoP semakin meruncing setelah Israel masuk ke dalam keanggotaan.
Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang menegaskan, prinsip Indonesia tak akan berubah dengan kehadiran Israel.
“Kehadiran Indonesia di Board of Peace tidak dimaknai sebagai normalisasi hubungan politik dengan pihak manapun atau sebagai legitimasi negara manapun,” ujarnya pada pernyataan yang diterima Kompas TV.
Baca Juga: Prabowo Dijadwalkan Berkunjung ke AS Hadiri Rapat Perdana Board of Peace
Ia menegaskan keikutsertaan Indonesia berdasarkan mandat stabilisasi perlindungan warga sipil, bantuan kemanusiaan, dan rekonstruksi Gaza di Palestina sesuai resolusi PBB 2803.
Ia juga menegaskan posisi Indonesia tak akan berubah dengan bergabungnya Israel.
“Keanggotaan negara manapun dalam board of peace tidak mengubah posisi prinsip (Indonesia) tersebut,” kata Yvonne.
Israel bergabung dengan Board of Peace setelah Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu menandatangani dokumen itu di Washington.
Penulis : Haryo Jati Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- indonesia
- kemlu ri
- israel
- posisi indonesia
- board of peace
- gaza





