Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara soal kabar 50 persen utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan 50 persen dari dividen Danantara. Ia menyatakan belum dapat memastikan kebenaran skema tersebut.
Menurut Purbaya, hingga saat ini Kementerian Keuangan belum dilibatkan secara langsung dalam pembahasan teknis terkait pelunasan kewajiban utang proyek kereta cepat itu, termasuk rencana negosiasi lanjutan di China.
"Saya belum tanya tuh masalah itu. Seingat saya sih masih 50-50 tapi saya akan diskusikan," ujar Purbaya, Jumat (13/2/2026).
Ia juga mengaku belum menerima undangan untuk mengikuti proses negosiasi penyelesaian utang Whoosh yang direncanakan berlangsung di China.
Kewajiban pembayaran utang proyek tersebut diketahui mencapai sekitar Rp1,2 triliun per tahun. Secara keseluruhan, nilai kewajiban proyek Whoosh menjadi sorotan karena mencapai kurang lebih Rp116 triliun.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa kewajiban pembayaran utang pembangunan Whoosh akan dipenuhi melalui APBN.
"Iya (bayar utang Whoosh pakai APBN)," kata Prasetyo di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (10/2) lalu.
Presiden Prabowo Subianto juga telah menyatakan komitmennya untuk menanggung kewajiban pembayaran utang proyek tersebut yang nilainya sekitar Rp1,2 triliun setiap tahun.
Di sisi lain, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin menilai polemik utang proyek Whoosh pada prinsipnya telah menemukan jalan keluar. Ia menyebut pemerintah kini tinggal menyusun tata laksana atau mekanisme teknis pembayarannya.
"Sudah, sudah beres kan? Waktu itu Presiden sudah bilang. Sudah, sudah beres," ujar Bobby usai Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/2).
Menurut Bobby, substansi persoalan utang tersebut tidak lagi menjadi hambatan. Pemerintah, kata dia, kini fokus membahas tata laksana penyelesaian kewajiban dimaksud.
Pemerintah menegaskan penyelesaian utang Whoosh akan dilakukan secara hati-hati agar tidak mengganggu stabilitas fiskal. Presiden sebelumnya juga telah menginstruksikan para menteri terkait untuk mencari skema terbaik dengan mempertimbangkan keberlanjutan proyek serta kondisi keuangan negara. (nba)




