Bisnis.com, JAKARTA — Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan bahwa hasil usaha atau dividen dari BUMN telah meningkat 4 kali lipat hanya dalam setahun pemerintahannya.
Presiden mengatakan bahwa Indonesia sedang diambang kebangkitan. BUMN yang selama sekian tahun tidak pernah untung, kemudian mengalami penguatan.
"Dalam satu tahun pemerintahan kita hasil BUMN naik 4 kali lipat. Dari Rp89 triliun tahun 2024 naik 4 kali, dan ini akan naik terus hanya dengan manajemen yang baik, kepemimpinan yang baik, semangat tidak mau mencuri," ujar Prabowo dalam peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di SPPG Palmerah pada hari ini, Jumat (14/2/2026).
Prabowo pun mengatakan pemerintah berupaya menjaga lembaga yang mengelola kekayaan negara agar beroperasi secara maksimal.
"Jagalah kehormatan, kepentingan, dan keselamatan Indonesia. Kalau teruskan praktik-praktik yang merugikan bangsa dan rakyat, pemerintah gunakan segala kekuatan yang ada pada pemerintah tanpa pandang bulu," kata Prabowo.
Adapun, mengacu data Kementerian Keuangan, setoran dividen BUMN yang masuk dalam pos kekayaan negara dipisahkan, mencapai Rp86,38 triliun per Desember 2024. Realisasi itu tumbuh 5,93% secara tahunan (year on year/YoY) atau mencerminkan 100,62% dari target pemerintah.
Capaian setoran dividen BUMN pada 2024 terbesar dari himpunan bank milik negara (Himbara). Setoran dividen dari Himbara mencapai Rp49,59 triliun, tumbuh 21,43%.
Jika berkaca pada setahun sebelumnya atau 2023, setoran dividen dari BUMN ke negara mencapai Rp82,1 triliun. Sementara, realisasi setoran dividen BUMN ke kas negara pada 2022 mencapai Rp40,59 triliun.





