Wabah Merebak di Mongolia Dalam, Pembangunan Pemakaman, Rumah Duka, dan Rumah Sakit Digenjot Besar-besaran

erabaru.net
5 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Wabah penyakit dilaporkan kembali merebak di wilayah Mongolia Dalam, Tiongkok. Sejumlah warga setempat mengungkapkan bahwa rumah sakit dipenuhi pasien, obat-obatan sulit diperoleh, jumlah pasien dalam kondisi kritis meningkat tajam, dan kasus kematian mendadak terjadi pada berbagai kelompok usia, mulai dari remaja belasan tahun hingga warga berusia lebih dari 60 tahun. 

Di saat yang sama, pembangunan rumah sakit dan rumah duka terus digenjot, serta proyek pemakaman umum diperluas secara besar-besaran. Namun, pihak berwenang disebut-sebut menutupi situasi wabah tersebut.

Warga dari berbagai daerah di Mongolia Dalam menyampaikan bahwa selama musim dingin dengan cuaca yang sangat dingin, jumlah orang yang mengalami demam dan flu meningkat drastis. Banyak yang menduga virus COVID-19 (disebut juga virus PKT) kembali menyebar, tetapi informasi terkait wabah ini tidak diumumkan secara terbuka oleh otoritas setempat.

Seorang warga Kota Hohhot bermarga Zhang mengatakan: “Beberapa tetangga saya meninggal dunia, ada yang berusia 40-an, 50-an, bahkan 50 hingga 60 tahun. Sekarang rumah sakit besar sudah tidak mampu lagi menangani pasien, jadi orang-orang harus berobat ke klinik komunitas.” 

“Asuransi kesehatan di rumah sakit besar juga tidak lagi bisa digunakan secara terpusat. Kami diwajibkan membeli obat di apotek komunitas yang ditunjuk, tetapi sering kali tidak ada obat. Kalau pun apotek punya stok, biayanya tidak bisa ditanggung asuransi. Informasi tidak boleh disebarkan ke luar. Sekarang pengawasannya jauh lebih ketat.”

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah wilayah di Mongolia Dalam membangun rumah sakit dan rumah duka baru. Misalnya, di Hohhot—ibu kota Mongolia Dalam—telah dibangun sebuah rumah sakit besar kelas tiga tingkat A (rumah sakit rujukan tingkat tertinggi di Tiongkok) serta satu rumah duka di wilayah Tumed Left Banner. Di Kota Ordos, wilayah Etuoke Banner juga membangun rumah sakit dan rumah duka baru.

Seorang warga Ordos bermarga Qi mengungkapkan bahwa di sekitarnya terdapat cukup banyak pasien pneumonia dan kasus “paru-paru putih” (istilah yang merujuk pada kondisi paru-paru parah akibat infeksi). 

Rumah sakit setempat disebut sudah penuh. Kasus kematian mendadak terjadi pada usia belasan tahun hingga 40-an. Pemerintah daerah juga disebut secara masif membangun area pemakaman umum, dengan harga makam berkisar antara 30.000 hingga 60.000–70.000 yuan.

Qi mengatakan: “Di tempat kami, tahun ini rumah duka dibangun lagi satu, bahkan diperluas. Setelah kremasi, jenazah wajib dimakamkan di pemakaman umum. Ini jadi cara pemerintah mencari pemasukan. Dalam industri saya, penjualan minuman keras meningkat karena banyaknya acara pemakaman. Sementara untuk pesta pernikahan, hampir tidak ada. Sekarang, bisnis yang paling menguntungkan adalah penyelenggaraan upacara duka.”

Seorang warga Hulunbuir yang menggunakan nama samaran Lao Wang menyampaikan bahwa musim dingin memang menjadi periode dengan angka penyakit kardiovaskular yang tinggi. Ia menyebut dua pejabat dari instansi pemerintah setempat—keduanya anggota Partai Komunis Tiongkok—meninggal secara mendadak dalam tidur.

Lao Wang mengatakan: “Usianya sekitar 50-an, ada juga yang lebih muda. Tiba-tiba meninggal mendadak. Ada yang meninggal saat bekerja. Dua pejabat itu, satu berusia 55 tahun dan satu lagi 47 tahun. Mereka meninggal dalam tidur, baru diketahui keesokan paginya. Mereka belum pensiun dan kondisi fisiknya sebelumnya cukup baik.”

Pada Agustus 2023, pendiri Falun Gong, Guru Li Hongzhi, menyatakan bahwa pandemi COVID-19 (virus PKT) terutama ditujukan kepada Partai Komunis serta mereka yang secara membabi buta mengikuti, membela, dan bekerja demi kepentingan partai tersebut. Ia menyebut bahwa sudah banyak orang meninggal dunia, termasuk banyak kalangan muda. Dalam artikel berjudul “Rasional”, Guru Li juga menjelaskan bahwa cara untuk menjaga keselamatan diri adalah dengan “tiga pengunduran diri (mundur dari Partai Komunis, Liga Pemuda, dan Pionir Muda) serta dengan tulus melafalkan kalimat kebenaran.”

Qi juga mengatakan: “Saya dalam hati sering melafalkan ‘Falun Dafa baik, Sejati-Baik-Sabar baik.’ Saya percaya itu pasti membawa manfaat bagi saya. Saya selalu menghormati Guru Li.”

Sumber : NTDTV.com


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Alat Berat Terlepas dari Truk Kontainer di Jakarta Utara, Lalin Sempat Tersendat
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Rekomendasi Wisata Kuningan, Menikmati Indahnya Telaga Biru Cicerem
• 8 jam lalugenpi.co
thumb
KSPSI Dorong Revisi UU Ketenagakerjaan Disahkan Sebelum Oktober 2026
• 20 jam laludetik.com
thumb
Sambut Ramadan 2026, Menteri Agama Ajak PNM Memperkuat Nilai Spiritual dan Sosial
• 17 jam lalugenpi.co
thumb
Siang Bolong, Seorang Ibu di Makassar Bakar Toko dan Gondol Emas Rp 2 Miliar
• 23 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.