EtIndonesia. Insiden amblesan besar terjadi di lokasi pembangunan Stasiun Qixing Road pada proyek jalur Metro Shanghai yang masih dalam tahap konstruksi. Peristiwa ini berlangsung pada pagi hari 12 Februari 2026, memicu kepanikan di lokasi proyek serta menimbulkan pertanyaan publik terkait keselamatan konstruksi bawah tanah di kota metropolitan tersebut.
Hingga berita ini disusun, rincian resmi mengenai jumlah korban maupun dampak kerusakan secara menyeluruh belum diumumkan secara terbuka oleh otoritas setempat.
Kronologi Kejadian: Jalan Tiba-tiba Turun dan Runtuh Total
Sekitar tengah hari 12 Februari, sejumlah video yang diunggah ke platform Douyin memperlihatkan detik-detik amblesan terjadi di area persimpangan sekitar proyek Stasiun Qixing Road. Namun, sebagian besar video tersebut kemudian dihapus.
Dari rekaman yang sempat beredar, tampak permukaan jalan di persimpangan proyek mengalami penurunan tidak wajar. Retakan-retakan panjang membelah badan jalan, lalu dalam waktu singkat area yang retak terus melebar. Struktur jalan di bagian tengah persimpangan akhirnya runtuh sepenuhnya, membentuk lubang besar yang semakin meluas.
Seiring lubang membesar, para pekerja proyek terlihat berlarian menjauh untuk menyelamatkan diri. Beberapa ruas jalan di sekitar lokasi segera ditutup, sementara tim penanganan darurat dikerahkan untuk mengendalikan situasi. Truk-truk pengangkut beton dan semen dalam jumlah besar didatangkan guna menutup area ambles.
Pipa Bawah Tanah Pecah, Lumpur Menutup Lubang
Dalam proses amblesan tersebut, sebuah pipa bawah tanah berdiameter besar dilaporkan pecah dan memancarkan air dalam jumlah signifikan. Air yang menyembur mempercepat pelunakan tanah, sehingga lubang runtuhan dengan cepat tertutup lumpur.
Sejumlah bangunan sementara di area proyek serta bahan konstruksi—termasuk tong plastik dan material pendukung lainnya—terseret masuk ke dalam lubang. Video dari lokasi memperlihatkan genangan lumpur yang terus bergerak dan menelan struktur di sekitarnya.
Berdasarkan analisis awal dengan membandingkan lebar jalur kendaraan dan objek-objek di lokasi, luas amblesan diperkirakan mencapai 1.000 hingga 2.000 meter persegi, setara dengan satu hingga dua lapangan basket standar. Kedalaman lubang diperkirakan berkisar antara 8 hingga 12 meter.
Kesaksian Warga: “Terdengar Ledakan Keras”
Dua warga yang tinggal di sekitar lokasi menyatakan bahwa mereka mendengar suara ledakan keras saat amblesan terjadi.
Dalam salah satu video yang beredar, terdengar suara panik seseorang berteriak: “Rumah itu jatuh masuk!” disusul suara lain yang mengatakan: “Rasanya gedung kami ikut bergetar.”
Seorang sopir yang mengantar material pengurukan juga mengunggah rekaman, menyebut bahwa tidak lama setelah material diturunkan, area tersebut runtuh sepenuhnya. Seorang pekerja proyek menyampaikan bahwa kejadian tersebut sebenarnya merupakan amblesan besar, meskipun secara resmi disebut sebagai fenomena “rembesan air bawah tanah”.
Pernyataan Resmi: Disebut sebagai “Rembesan Lokal”
Media resmi Tiongkok hingga kini belum memberitakan peristiwa tersebut secara luas.
Pada malam 11 Februari 2026, akun resmi operator metro Shanghai hanya merilis pemberitahuan bahwa sekitar pukul 10:30 waktu setempat pada 11 Februari, saat proses konstruksi jalur kanan segmen antara Stasiun Qixin Road dan Stasiun Xinjie Road—yang dikerjakan oleh China Railway Tunnel Bureau—terjadi fenomena “rembesan lokal”.
Dalam keterangan tersebut ditegaskan bahwa tidak ada korban jiwa.
Otoritas setempat juga mengumumkan penutupan sebagian ruas Jalan Qixin dan Lian’an bagi kendaraan bermotor, kendaraan non-motor, serta pejalan kaki sebagai langkah pengamanan.
Namun demikian, perbedaan antara istilah resmi “rembesan lokal” dengan gambaran visual amblesan besar yang beredar di media sosial memicu perdebatan di kalangan warganet.
Riwayat Insiden Metro Shanghai
Peristiwa ini bukan kali pertama sistem Metro Shanghai mengalami insiden signifikan.
Pada 22 Desember 2024, sebuah kereta Metro Jalur 11 tertimpa derek menara yang roboh. Insiden tersebut menyebabkan kerusakan berat pada bagian depan kereta dan beberapa gerbong, serta menjebol dinding pelindung jalur layang sepanjang sekitar lima meter.
Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, kerugian ekonomi langsung dilaporkan mencapai 18,31 juta yuan. Gangguan listrik memaksa penumpang menunggu sekitar 50 menit di dalam gerbong yang dingin sebelum akhirnya dievakuasi dengan berjalan kaki sekitar 20 menit menuju stasiun terdekat.
Saat itu, operator hanya menyampaikan surat permintaan maaf tanpa memberikan kompensasi finansial kepada penumpang, menurut laporan media setempat.
Sorotan terhadap Keselamatan Proyek Bawah Tanah
Amblesan di Stasiun Qixing Road kembali menyoroti risiko teknis dalam pembangunan infrastruktur bawah tanah berskala besar di kota-kota megapolitan. Faktor seperti kondisi tanah, tekanan air bawah tanah, serta stabilitas struktur penahan menjadi variabel krusial dalam proyek metro.
Hingga kini, investigasi teknis resmi atas penyebab amblesan masih menunggu hasil akhir. Publik menanti transparansi lebih lanjut terkait kondisi korban, tingkat kerusakan struktural, serta langkah perbaikan jangka panjang untuk memastikan keselamatan konstruksi.
Perkembangan terbaru akan menentukan sejauh mana insiden ini berdampak terhadap jadwal pembangunan jalur metro tersebut serta kepercayaan masyarakat terhadap keamanan sistem transportasi publik di Shanghai.





