FAJAR, SELAYAR – Menegaskan dedikasinya sebagai penjaga kedaulatan sekaligus pelestari ekosistem maritim, TNI Angkatan Laut (TNI AL) melalui Satuan Patroli (Satrol) Kodaeral VI sukses menggelar aksi lingkungan skala besar.
Berkolaborasi dengan Unsur KRI Marlin-877, TNI AL menginisiasi Program Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang dipadukan dengan gerakan lokal Selayar JUMPA PAGI BERLIAN (Jumat Pagi Bersih Lingkungan).
Aksi pembersihan massal ini dipusatkan di Pelabuhan TPI Bonehalang, Kelurahan Benteng Selatan, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, pada Jumat (13/02/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar kerja bakti rutin, melainkan bukti nyata kemanunggalan TNI AL dengan rakyat. Ratusan prajurit bersama ribuan warga, pelajar, hingga aktivis lingkungan terjun langsung ke bibir pantai dalam operasi “pembersihan besar-besaran” demi memulihkan keindahan pesisir Selayar.
Komandan Satrol (Dansatrol) Kodaeral VI, Letkol Laut (P) Roni, S.T., M.Tr.Hanla., M.M., yang mewakili Komandan Kodaeral VI, Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, menegaskan bahwa Program Indonesia ASRI adalah simbol perlawanan terhadap kerusakan ekosistem laut.
“Laut adalah halaman depan rumah kita, bukan tempat sampah. TNI AL hadir untuk membuktikan bahwa kami tidak hanya tangguh di medan tempur, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga warisan alam nusantara,” tegas Letkol Laut (P) Roni.
Dalam aksi heroik ini, berton-ton sampah anorganik berhasil diangkat dan diproses secara sistematis. Hasilnya, kawasan TPI Bonehalang kini kembali terlihat asri dan bersih, yang secara langsung berdampak positif pada kesejahteraan nelayan setempat.
Seorang tokoh masyarakat setempat menyampaikan apresiasinya, “Kalau laut bersih, rezeki kami juga ikut melimpah. Terima kasih TNI AL sudah sangat peduli dengan kondisi kami di sini.”
Keberhasilan agenda ini didukung oleh sinergi solid berbagai pihak, di antaranya KODIM 1415/Selayar. Polres Selayar, Pemkab Selayar, masyarakat dan komunitas lingkungan.
Melalui suksesnya Program Indonesia ASRI, TNI AL kembali memperkuat posisinya sebagai institusi yang dicintai rakyat—tidak hanya melindungi kedaulatan negara dari ancaman luar, tetapi juga membentengi bumi pertiwi dari kerusakan lingkungan. (*)





