Bisnis.com, BANDUNG — Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat menyiapkan sebanyak 2.840 tiket mudik gratis untuk periode Lebaran 2026.
Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat pulang kampung sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas pada masa arus mudik.
Kepala Bidang Angkutan Jalan Dishub Jabar Agus Didik Suseno mengatakan, terdapat 10 rute perjalanan yang disiapkan, yakni Bandung–Sukabumi, Bandung–Ciledug, Bandung–Solo, Bandung–Yogyakarta, Bekasi–Tasikmalaya.
Kemudian, Bogor–Palabuhanratu, Bekasi–Purbalingga, Bekasi–Bandung, Cileungsi (Bogor)–Bandung, serta Yogyakarta–Bandung.
Sebanyak 53 unit bus disiagakan untuk melayani rute tersebut, terdiri atas bus reguler yang memiliki trayek tetap dan bus pariwisata.
Penggunaan armada bertrayek dinilai penting karena operator telah berpengalaman melayani perjalanan antarkota.
“Artinya, yang sudah punya rute tetap, sehingga dia punya asal dan tujuan dari asal terminal dan sudah punya pengalaman melayani,” katanya dikutip Jumat (13/2/2026).
Kuota yang tersedia mencapai 2.840 kursi. Pendaftaran direncanakan dibuka pada Kamis atau Jumat pekan ini melalui aplikasi SapaWarga.
Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat mengakses informasi jadwal keberangkatan, syarat pendaftaran, jenis armada, hingga rute perjalanan.
Adapun keberangkatan mudik gratis dijadwalkan berlangsung pada 13–15 Maret 2026 dengan titik keberangkatan terpusat di Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung.
Selain program dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, layanan mudik gratis juga disediakan oleh Jasa Raharja melalui aplikasi yang sama.
BUMN tersebut menyiapkan 10 bus pariwisata dengan total 480 kursi, terdiri atas rute Bandung–Yogyakarta satu bus (48 kursi), Bandung–Wonogiri empat bus (192 kursi), Bandung–Solo tiga bus (144 kursi), Bandung–Semarang satu bus (48 kursi), serta Bandung–Sragen satu bus (48 kursi).
Agus menambahkan, program tahun ini baru mencakup perjalanan mudik dan belum melayani arus balik. Meski demikian, pemerintah daerah berharap inisiatif tersebut dapat membantu masyarakat sekaligus menekan potensi kemacetan.
“Walaupun mungkin kecil, kita berupaya mengurangi kepadatan dan membantu saudara kita yang sudah lama tidak pulang ke kampung halamannya,” katanya.
Untuk menjalankan program tersebut, Pemprov Jabar mengalokasikan anggaran sebesar Rp530 juta. Dishub Jabar juga membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta agar layanan mudik gratis dapat berjalan lebih optimal.





