Presiden Prabowo Subianto merespons adanya media asing yang mengkritik pemberdayaan polisi dan TNI dalam meningkatkan produksi pangan Indonesia. Prabowo menyatakan, Indonesia bukanlah bangsa yang bodoh.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam acara peresmian sekaligus groundbreaking SPPG Polri dan gudang ketahanan pangan Polri di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2).
"Memang ada yang kritik di media-media asing, 'Ini Presiden Prabowo menggunakan tentara dan polisi untuk meningkatkan produksi pangan.' Menurut mereka ini enggak sesuai dengan paham pasar bebas mereka itu," kata Prabowo.
Prabowo mengatakan, tentara dan polisi merupakan bagian dari rakyat. Sehingga, menurutnya, mereka layak dilibatkan untuk kepentingan rakyat.
Meski begitu, Prabowo mengaku akan tetap menghormati negara lain. Dia memastikan, meski Indonesia merupakan bangsa yang kuat, kesombongan tak akan ditunjukkan.
"Kita diganggu, kita tahu kita diganggu. Jangan kita kira kita nggak tahu. Bener nggak? Ya kan? We are not stupid," tutur Prabowo.
"Ini gue bicara ama mereka-mereka itu. Please, dear friends, Indonesians are not stupid. We know what's happening. Ya. Kita tahu. Kita tahu siapa yang biayai gerakan-gerakan menjelek-jelekkan bangsa Indonesia," ungkap dia.
Prabowo mengaku telah mengetahui pihak-pihak asing yang sengaja merendahkan bangsa Indonesia. Menurutnya, hal itu dilakukan karena mereka khawatir Indonesia akan sejahtera.
"Mereka takut... kita kuat, mereka takut kita sejahtera. Kita tidak mau mengganggu bangsa lain. Kita hanya ingin rakyat kita hidup dengan baik. Hanya itu yang kita inginkan. Dan kita akan buktikan. Ekonomi kita akan bangkit," ujarnya.




