GenPI.co - Dubai International Airport sukses mempertahankan posisinya sebagai bandara tersibuk di dunia untuk perjalanan internasional.
Dilansir AP News, Kamis (12/2), berdasarkan laporan resmi dari pihak otoritas, tercatat rekor fantastis sebanyak 95,2 juta penumpang yang melakukan transit sepanjang 2025.
Pencapaian ini menjadi bukti nyata dari pertumbuhan ekonomi Uni Emirat Arab (UEA).
Fasilitas penerbangan ini mengalami perkembangan pesat di era pasca-pandemi, yang didorong tingginya minat perjalanan global dan meningkatnya peluang di sektor pariwisata, bisnis, serta real estat di Dubai.
Dubai melaporkan peningkatan jumlah wisatawan sebesar 5 persen atau mencapai angka 19,6 juta orang pada 2025.
Hal itu menandai rekor tertinggi selama tiga tahun berturut-turut.
Sebagai aset milik negara, bandara ini merupakan markas utama bagi maskapai jarak jauh Emirates.
Maskapai tersebut menjadi penggerak utama bagi jaringan bisnis Dubai Inc., sebuah ekosistem perusahaan milik negara yang menopang ekonomi.
Kepala Eksekutif Bandara Dubai Paul Griffiths mengatakan kinerja pada 2025 menunjukkan bahwa rekor lalu lintas penumpang kini telah menjadi bagian dari realitas operasional harian.
Pertumbuhan ini terlihat sangat signifikan jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Bandara Dubai mencatat 92,3 juta penumpang pada 2024, naik dari 86,9 juta di tahun sebelumnya.
Sebagai perbandingan, pada 2019 tepat sebelum pandemi melanda, lalu lintas penumpang berada di angka 86,3 juta, sementara pada 2018 tercatat sebanyak 89,1 juta orang.
Dalam hal destinasi, India menjadi tujuan utama bagi para pelancong yang terbang melalui Dubai dengan total 11,9 juta penumpang.
Posisi selanjutnya diikuti Arab Saudi dengan 7,5 juta penumpang dan Inggris Raya sebanyak 6,3 juta orang.
Saat ini, Bandara Internasional Dubai melayani 108 maskapai penerbangan yang terbang ke 291 kota di 110 negara.
Hal itu memperkuat posisi Dubai sebagai destinasi dan titik transit global yang krusial. (*)
Simak video menarik berikut:





