Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan sebanyak 17.254 kepala keluarga (KK) di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sudah menerima dana stimulan perbaikan rumah rusak tahap I dengan total anggaran sekitar Rp369,5 miliar.
Kepala BNPB Suharyanto dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan tersebut mencakup 9.869 unit rumah rusak ringan dan 7.385 unit rumah rusak sedang di 20 kabupaten dan kota terdampak bencana hidrometeorologi.
Adapun untuk di Provinsi Aceh, bantuan dana stimulan diberikan kepada 15.789 kepala keluarga dengan total nilai sekitar Rp341,7 miliar yang tersebar di sembilan kabupaten dan kota.
Sementara itu di Sumatera Utara, bantuan disalurkan kepada 542 kepala keluarga dengan total sekitar Rp10,8 miliar di empat kabupaten. Dan untuk Provinsi Sumatera Barat, sebanyak 923 kepala keluarga menerima bantuan dengan total sekitar Rp17 miliar di tujuh kabupaten dan kota.
Suharyanto menegaskan dana stimulan hanya dapat digunakan untuk memperbaiki rumah sesuai kategori kerusakan dan tidak boleh dialihkan untuk kepentingan lain.
BNPB mengkonfirmasi bahwa proses penyaluran itu dilakukan melalui verifikasi dan pencocokan data by name by address oleh pemerintah daerah guna memastikan bantuan tepat sasaran dan akuntabel.
"Kami akan terus mendampingi proses penyaluran hingga seluruh bantuan tersalurkan dan dimanfaatkan sebagaimana mestinya," kata dia, seraya menyebutkan saat ini pemerintah juga sedang menyiapkan skema penyaluran tahap II dana stimulan bagi warga penyintas bencana yang belum menerima bantuan.
Baca juga: Menko PMK pimpin penyaluran stimulan perbaikan rumah korban bencana
Baca juga: Pemerintah terus percepat perbaikan infrastruktur publik di Sumatera
Baca juga: Kepala BNPB: Aceh Timur masuki fase transisi menuju pemulihan
Kepala BNPB Suharyanto dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan tersebut mencakup 9.869 unit rumah rusak ringan dan 7.385 unit rumah rusak sedang di 20 kabupaten dan kota terdampak bencana hidrometeorologi.
Adapun untuk di Provinsi Aceh, bantuan dana stimulan diberikan kepada 15.789 kepala keluarga dengan total nilai sekitar Rp341,7 miliar yang tersebar di sembilan kabupaten dan kota.
Sementara itu di Sumatera Utara, bantuan disalurkan kepada 542 kepala keluarga dengan total sekitar Rp10,8 miliar di empat kabupaten. Dan untuk Provinsi Sumatera Barat, sebanyak 923 kepala keluarga menerima bantuan dengan total sekitar Rp17 miliar di tujuh kabupaten dan kota.
Suharyanto menegaskan dana stimulan hanya dapat digunakan untuk memperbaiki rumah sesuai kategori kerusakan dan tidak boleh dialihkan untuk kepentingan lain.
BNPB mengkonfirmasi bahwa proses penyaluran itu dilakukan melalui verifikasi dan pencocokan data by name by address oleh pemerintah daerah guna memastikan bantuan tepat sasaran dan akuntabel.
"Kami akan terus mendampingi proses penyaluran hingga seluruh bantuan tersalurkan dan dimanfaatkan sebagaimana mestinya," kata dia, seraya menyebutkan saat ini pemerintah juga sedang menyiapkan skema penyaluran tahap II dana stimulan bagi warga penyintas bencana yang belum menerima bantuan.
Baca juga: Menko PMK pimpin penyaluran stimulan perbaikan rumah korban bencana
Baca juga: Pemerintah terus percepat perbaikan infrastruktur publik di Sumatera
Baca juga: Kepala BNPB: Aceh Timur masuki fase transisi menuju pemulihan





