HARIAN FAJAR, PANGKEP- Ribuan pelajar penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) terpaksa kembali membawa bekal dari rumah setelah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mappasaile menghentikan operasionalnya.
Kondisi ini memicu keluhan para orang tua siswa yang berharap layanan segera dibuka kembali karena selama ini program MBG dinilai sangat membantu kebutuhan gizi anak-anak mereka.
Salah seorang orang tua siswa, kepada FAJAR berharap agar SPPG tersebut segera beroperasi kembali.
“Semoga segera beroperasi, karena anak-anak bisa dapat MBG, kalau tidak beroperasi disiapkan lagi bekalnya, selama ini kehadiran MBG sangat membantu, tolong agar segera dioperasikan kembali SPPG ini,” paparnya.
Penutupan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mappasaile menyusul unggahan di media sosial yang diduga provokatif.
Hal itu disampaikan, Kepala SPPG Mappasaile, Evi Irviyanti, menjelaskan bahwa penutupan tersebut terjadi setelah beredarnya foto menu MBG di salah satu akun Instagram dengan narasi yang dinilai memicu persepsi negatif publik.
“Terkait postingan itu, kami ingin meluruskan bahwa menu hari Kamis berupa kentang sebagai pengganti nasi, tetap mengandung karbohidrat,” paparnya.
Menurutnya, unggahan tersebut tidak mencantumkan sumber yang jelas dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. Narasi yang menyertai foto diduga bersifat provokatif sehingga memicu polemik.
“Gambar yang diposting bukan porsi sebenarnya, melainkan foto porsi kecil yang kemudian viral,” jelasnya.
Akibat dampak unggahan tersebut, SPPG Mappasaile terpaksa menghentikan pelayanan sementara. Sebanyak 2.360 siswa penerima manfaat dilaporkan tidak lagi memperoleh paket MBG sejak beberapa hari terakhir. (fit)





