Kim Jong Un Siapkan Putrinya Jadi Penerus Takhta Korut

eranasional.com
8 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, ERANASIONAL.COM –  Kabar mengenai suksesi kepemimpinan Korea Utara kembali mencuat setelah laporan intelijen Korea Selatan menyebutkan bahwa Kim Jong Un telah menunjuk putrinya, Kim Ju Ae, sebagai calon penerus takhta. Jika benar, langkah ini akan menjadi sejarah baru karena untuk pertama kalinya seorang perempuan diproyeksikan memimpin Korea Utara.

Menurut laporan yang dikutip dari Independent, Kamis (12/2/2026), Kim Ju Ae yang berusia sekitar 13 tahun disebut sebagai sosok yang sedang menjalani pelatihan kepemimpinan. Anggota parlemen Korea Selatan, Lee Soeong Kweun, menyatakan bahwa intelijen menggambarkan kemunculan Ju Ae sebagai bagian dari “tahapan suksesor terpilih”, sebuah fase penting dalam proses suksesi politik dinasti keluarga Kim.

Korea Utara sendiri dijadwalkan menggelar konferensi politik besar bulan ini. Dalam forum tersebut, Kim Jong Un diperkirakan akan mengumumkan arah kebijakan negara untuk lima tahun ke depan sekaligus memperkuat cengkeraman politiknya. Spekulasi berkembang bahwa Ju Ae akan diperkenalkan secara lebih resmi dalam Kongres Partai Pekerja, menandai langkah besar menuju kepemimpinan masa depan.

Sejak 2025, tanda-tanda suksesi Ju Ae semakin jelas. Ia pernah melakukan kunjungan politik tingkat tinggi ke China, sebuah langkah yang jarang dilakukan oleh anggota keluarga Kim yang masih muda. Selain itu, intelijen Korea Selatan melacak kehadirannya dalam berbagai kegiatan militer, kunjungan keluarga ke Kumsusan, hingga keterlibatannya dalam diskusi kebijakan bersama sang ayah.

Awalnya, banyak pihak meragukan kemungkinan Ju Ae menjadi penerus karena budaya konservatif Korea Utara yang selama ini didominasi oleh kepemimpinan pria. Namun, sejak September 2025, ketika Ju Ae mendampingi ayahnya dalam sejumlah acara kenegaraan, analisis intelijen mulai berubah. Kehadirannya dianggap sebagai upaya membangun narasi suksesi kepemimpinan yang lebih terstruktur.

Media resmi Korea Utara tidak pernah menyebut nama Ju Ae secara langsung. Ia hanya digambarkan sebagai “anak yang dihormati dan paling dicintai”. Keyakinan bahwa namanya adalah Kim Ju Ae berasal dari pengakuan mantan bintang NBA Dennis Rodman, yang pernah berkunjung ke Pyongyang pada 2013 dan mengaku sempat menggendong putri Kim Jong Un.

Kemunculan publik Ju Ae pertama kali terjadi pada November 2022 saat uji coba rudal balistik jarak jauh. Sejak itu, ia beberapa kali terlihat mendampingi ayahnya dalam parade militer, uji senjata, hingga pembukaan pabrik. Salah satu momen paling menonjol adalah ketika ia ikut dalam kunjungan ke Beijing pada September 2025 untuk bertemu Presiden China Xi Jinping.

Spekulasi semakin kuat setelah Ju Ae ikut menghadiri acara Tahun Baru di Istana Matahari Kumsusan, sebuah tempat sakral yang menyimpan jasad Kim Il Sung dan Kim Jong Il. Kehadirannya di lokasi bersejarah itu dianggap sebagai simbol bahwa ia akan mewarisi takhta keluarga Kim.

Sejak berdiri pada 1948, Korea Utara selalu dipimpin oleh laki-laki dari keluarga Kim. Dimulai dari Kim Il Sung, dilanjutkan oleh putranya Kim Jong Il, dan kini oleh Kim Jong Un. Jika Ju Ae benar-benar menjadi penerus, maka ia akan menjadi pemimpin perempuan pertama sekaligus generasi keempat dari dinasti Kim.

Kim Jong Un sendiri naik takhta dalam usia muda. Ia diumumkan sebagai penerus pada 2010, hanya dua tahun setelah ayahnya Kim Jong Il mengalami stroke. Ketika Kim Jong Il meninggal pada Desember 2011, Jong Un yang saat itu berusia 26 tahun langsung ditahbiskan sebagai pemimpin tertinggi. Proses suksesi yang cepat itu menunjukkan betapa kuatnya tradisi politik dinasti di Korea Utara.

Para pengamat menilai penunjukan Ju Ae sebagai penerus adalah strategi Kim Jong Un untuk memastikan kelanjutan dinasti Kim di tengah tantangan internal dan eksternal. Korea Utara menghadapi tekanan ekonomi, sanksi internasional, serta ketegangan geopolitik dengan Amerika Serikat dan sekutunya. Dengan menyiapkan penerus sejak dini, Kim Jong Un berusaha menjaga stabilitas politik dan kesinambungan kekuasaan.

Meski demikian, masih ada keraguan apakah masyarakat dan elite politik Korea Utara akan menerima kepemimpinan perempuan. Budaya patriarki yang kuat bisa menjadi hambatan, meski dinasti Kim memiliki pengaruh absolut yang mampu menembus tradisi.

Jika benar Ju Ae diproyeksikan sebagai pemimpin masa depan, maka dunia akan menyaksikan babak baru dalam sejarah Korea Utara. Langkah ini tidak hanya memperpanjang dinasti Kim, tetapi juga membuka kemungkinan perubahan besar dalam wajah politik negara tersebut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Anugerahi Bintang Jasa Utama ke Kepala BGN Dadan Hindayana
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Raja Charles Diteriaki Warga Imbas Nama Pangeran Andrew Muncul di Epstein Files
• 3 jam lalukatadata.co.id
thumb
Top 3 News: Akses Jalan Terminal Terpadu Depok Rusak Parah, Warga Sebut Mirip Kubangan Kerbau
• 3 jam laluliputan6.com
thumb
Kemenhaj: Revisi UU Pengelolaan Keuangan Haji Pertegas Posisi BPKH
• 3 jam lalurctiplus.com
thumb
Daftar Lengkap Jalan Non-Tol yang Terapkan Pembatasan Angkutan Barang Saat Mudik Lebaran 2026
• 15 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.