Prabowo: Bangun Bangsa Butuh Keberanian, Berani Lihat Kenyataan

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Presiden Prabowo Subianto mengatakan, dalam membangun sebuah bangsa diperlukan banyak upaya yang dibutuhkan. Mulai dari kesabaran, keteguhan, semangat, hingga keberanian.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam sambutannya pada Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2).

"Pembangunan suatu bangsa dibutuhkan stamina ketahanan, dibutuhkan kesabaran, dibutuhkan keteguhan hati, dibutuhkan semangat, tidak menyerah dan juga dibutuhkan keberanian," ujar dia.

Prabowo menyebut, keberanian yang diperlukan adalah untuk mencari permasalahan utamanya. Termasuk untuk melihat kenyataan yang pahit.

"Dibutuhkan keberanian untuk mencari akar masalah, dibutuhkan keberanian untuk melihat kenyataan riil," tutur Prabowo.

"Bukan keadaan yang kita harapkan, tapi keadaan yang nyata. Setelah kita mengerti keadaan yang nyata, dibutuhkan lagi keberanian untuk mengakui kesulitan-kesulitan kita, mengaku kelemahan-kelemahan kita," jelas dia.

Menurut Prabowo, membangun sebuah bangsa juga seperti melakukan perjalanan panjang. Dia bersyukur, Indonesia sudah melakukan banyak langkah sejak era para pendiri bangsa.

Meski begitu, Prabowo meminta kepada seluruh pihak untuk realistis. Tak bisa Indonesia langsung dibandingkan dengan negara-negara maju yang sudah memulai langkahnya lebih awal lagi.

"Saya mengajak kita untuk realistis. Kita selalu mengatakan kita ingin jadi negara yang maju, benar, kita ingin jadi negara yang maju. Tapi jangan kita berpretensi, kita mau mencapai tingkatan yang sama dengan negara-negara yang sudah ratusan tahun sebelum kita mencapai tingkat teknologi dan industri yang sangat maju," tutur dia.

Dia menambahkan, cita-cita boleh digantungkan setinggi-tingginya. Namun, untuk menggapai itu tak boleh tutup mata.

"Yang penting bagi kita adalah kita harus menjaga dan mengelola seluruh kekayaan negara, seluruh sumber daya alam kita dan kita kelola, kita jaga, dan kita pergunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia. Itu tujuan kita," tegas dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gus Ipul Ultimatum ASN: Jangan karena Bukan Tugasnya, Enggak Mau Ikut Cek Data
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Jadi Saksi di Kasus Korupsi Kemendikbudristek, Mantan Kepala LKPP Akui Adanya Kemahalan Harga
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Perang Antarlini Malut United Vs Persijap di BRI Super League: Naga Gamalama Lebih Sangar, tapi Perlu Waspada!
• 12 jam lalubola.com
thumb
Asing Diam-Diam Akumulasi Saham Ini Saat IHSG Koreksi
• 13 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Meksiko Kirim 897 Ton Bantuan ke Kuba di Tengah Krisis Bahan Bakar dan Tekanan Tarif AS
• 10 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.