Mentan/Kabapanas: 9 komoditi pangan di Indonesia capai swasembada

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada pada sembilan komoditas pangan strategis nasional, sebagai hasil peningkatan produksi hingga dukungan kebijakan pemerintah.

"Produksi kita tinggi, stok kita banyak. Yang swasembada pangan kita sudah sembilan (komoditi), yang belum ada tiga. Nah, yang tiga (komoditi) ini pun belum swasembada, tapi stoknya banyak," kata Amran saat meresmikan Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Nasional yang dipusatkan di Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat.

Dia menyebutkan berdasarkan neraca pangan hingga April 2026, Indonesia telah mencapai swasembada pada sembilan komoditas strategis dengan posisi surplus produksi yang kuat sebagai penyangga stabilitas pasokan.

Adapun komoditas pangan yang telah swasembada dan surplus meliputi beras, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, jagung, minyak goreng, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah.

Baca juga: Prabowo: Pupuk terjangkau dan stok beras tertinggi sepanjang sejarah

Sementara itu, tiga komoditas lainnya yang saat ini belum mencapai swasembada meliputi bawang putih, kedelai, daging sapi/kerbau, dan gula industri. Pemerintah pun tengah berupaya meningkatkan produksi komoditas itu sehingga bisa menyusul swasembada demi kedaulatan pangan Indonesia secara menyeluruh.

Lebih lanjut, Amran mengatakan surplus produksi pangan yang mencapai swasembada menjadi bantalan kuat untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga di tingkat konsumen jelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026.

Dengan begitu, pemerintah memastikan ketersediaan pangan nasional dalam kondisi aman menjelang dan saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Tahun Baru Imlek, Hari Raya Nyepi hingga puasa Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H.

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam pembukaan Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota yang dipusatkan di kawasan Kantor Kementerian Pertanian Jakarta, Jumat (13/2/2026). ANTARA/Harianto Ia menegaskan kondisi stok yang melimpah menjadi dasar pemerintah memastikan harga pangan tetap terkendali. Karena itu, seluruh pelaku usaha diminta tidak menjual komoditas di atas harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Mentan Amran, mencontohkan stok beras nasional saat ini tercatat tertinggi sepanjang sejarah. Ketersediaan daging dan komoditas protein hewani lainnya juga berada pada level aman, bahkan sebagian telah memasuki pasar ekspor.

Untuk beras, stok nasional tercatat tertinggi sepanjang sejarah, mencapai sekitar 3,4 juta ton pada Februari, dua kali lipat dari kondisi normal yang berkisar 1–1,5 juta ton. Pemerintah juga menyiapkan cadangan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebesar 1,5 juta ton dengan harga maksimal Rp12.500 per kilogram sebagai instrumen stabilisasi.

“Tidak ada alasan beras naik. Stok kita tertinggi sepanjang sejarah. Minyak goreng kita produsen terbesar dunia, stok pemerintah 700 ribu ton, harga maksimal Rp15.700. Daging ayam Harga Acuan Pembeliannya Rp40.000, daging sapi Rp140.000. Semua harus patuh,” ujarnya.

Baca juga: Mentan: Kualitas bawang putih Lombok Timur kompetitif dibanding impor

Untuk awal tahun 2026, BPS juga mencatat potensi produksi yang masih menjanjikan. Pada periode Januari-Maret 2026, potensi produksi padi diperkirakan mencapai 17,65 juta ton gabah kering giling (GKG) atau mengalami peningkatan 2,41 juta ton GKG (naik 15,80 persen) jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, potensi produksi beras pada Januari-Maret 2026 diperkirakan sebesar 10,16 juta ton atau mengalami peningkatan sebesar 1,39 juta tona tau 15,79 persen jika dibandingkan Januari-Maret 2025.

Untuk memastikan kebijakan harga berjalan efektif di lapangan pemerintah memastikan pengawasan stok dan distribusi akan terus diperkuat melalui kolaborasi lintas kementerian/lembaga, pemerintah daerah, serta Satgas Pangan untuk menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat selama Ramadhan dan Idul Fitri.

“Kalau ada yang mencoba menaikkan harga, pemerintah bersama Satgas Pangan akan menindak tegas. Pengawasan difokuskan pada sumber distribusi besar, bukan pedagang kecil. Yang diperiksa adalah pabrik, distributor utama, dan rantai pasok hulunya,” ujarnya.

Baca juga: KKP percepat swasembada garam pada 2027 lewat tiga strategi

Pemerintah mulai hari ini melaksanakan GPM serentak di seluruh Indonesia sebagai bagian dari strategi stabilisasi pasokan dan harga pangan melalui intervensi langsung di pasar, sekaligus memastikan masyarakat memperoleh pangan yang cukup, aman, dan terjangkau.

GPM itu dilaksanakan serentak di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota sinergi antara Bapanas, Kementerian Pertanian bersama pemerintah daerah, BUMN pangan seperti Perum Bulog, serta pelaku usaha untuk memastikan distribusi, operasi pasar dan pengendalian harga berjalan efektif di seluruh wilayah.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dukung Industri, Trump Perintahkan Pentagon Beli Listrik dari Pembangkit Batu Bara
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
VASA Hotel Surabaya Sajikan 150+ Menu Ramadan “Treasures of the Silk Road”, Angkat Cita Rasa Lintas Budaya
• 17 jam laluerabaru.net
thumb
Presiden Prabowo Akui 28.000 Siswa Keracunan MBG, tetapi Sudah Salurkan 4,5 Miliar Porsi
• 4 jam laluharianfajar
thumb
Mahasiswa FK UNM Lolos Finalis 2nd International Student Summit 2026 di Malaysia
• 22 jam laluharianfajar
thumb
Mengintip Kekuatan Lawan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Ada Eks Semifinalis Piala Dunia
• 8 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.