Bisnis.com, JAKARTA — Polri berencana untuk membangun dapur MBG atau SPPG di wilayah terluar, terdepan dan tertinggal (3T), khususnya wilayah Papua Tengah atau Papua Pegunungan.
Kasatgas MBG Polri, Irjen Nurworo Danang mengatakan pembangunan SPPG di wilayah 3T ini memiliki tantangan yang berkaitan dengan faktor keamanan, seperti potensi penyerangan kelompok kriminal bersenjata (KKB).
"Ini menjadi salah satu aspek pertimbangan untuk membangun SPPG di wilayah 3T, khususnya di daerah Papua," ujar Danang di sela peluncuran SPPG Polri Palmerah, Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Alhasil, Danang mengungkap bahwa pihaknya akan melakukan survei terlebih dahulu untuk lokasi yang akan menjadi lokasi pembangunan SPPG Polri.
Selain itu, koordinasi aparat setempat, pemerintah daerah hingga tokoh masyarakat bakal dilakukan secara intensif untuk membahas pembangunan dapur MBG ini
"Sepanjang memungkinkan itu bisa dibangun SPPG, Polri akan berupaya memberikan pelayanan secara maksimal kepada masyarakat, khususnya di wilayah terpencil," pungkasnya.
Baca Juga
- Kapolri Target Bangun 1.500 SPPG Polri dan 28 Gudang Pangan pada 2026
- Kepolisian Punya 1.179 SPPG Polri, Serap 58.590 Tenaga Kerja
- Prabowo Resmikan 1.072 SPPG Polri dan 18 Gudang Pangan
Sebelumnya, wacana pembangunan dapur MBG Polri di wilayah 3T dikemukakan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dia mengatakan, pembangunan SPPG itu dilakukan agar program MBG bisa menjangkau penerima manfaat seluas-luasnya.
"Hal ini sebagai wujud komitmen Polri dalam mendukung pemerataan akses layanan pemenuhan gizi hingga ke daerah-daerah, agar manfaat program MBG dapat dirasakan oleh setiap anak bangsa di manapun mereka berada," ujar Sigit saat peluncuran SPPG Polri Palmerah, Jakarta, Jumat (13/2/2026).





